Kolaborasi BOSF, Menteri Sakti Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Maritim

Menteri Kelatan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam ekonomi biru sebagai strategi utama untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekosistem dan pertumbuhan ekonomi sektor maritim.

Diperbarui 09 Agustus 2025, 15:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KKP dan BOSF berkolaborasi membangun ekosistem laut berkelanjutan di Indonesia.
  • Kolaborasi ini mendorong inovasi dan pemikiran non-konvensional untuk masalah kelautan.
  • Ekonomi biru adalah komitmen moral untuk menjaga keberlanjutan laut jangka panjang.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia (KKP) dan Blue Ocean Strategy Fellowship (BOSF) berkolaborasi, dalam membangun ekosistem laut berkelanjutan di Indonesia.

Co Chair BOSF, Marshall Scott mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi suatu hal penting untuk mempertemukan masyarakat dari sektor pemerintah, non-profit, serta swasta dan komersial guna berdialog mengenai isu-isu krusial yang dihadapi Indonesia saat ini.

"Tujuan utama kolaborasi mendorong keterbukaan pikiran dan penerapan konsep Blue Ocean Strategy dalam penyelesaian masalah. Seperti perlu menghilangkan pikiran konvensional, menghilangkan pikiran tradisional, dan benar-benar menjadi inovatif dan mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan masalah terbesar yang paling menantang," kata Scott dalam forum BOSF 2025, bertempat di The Atrium, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat 8 Agustus 2025.

Scott menambahkan, pihaknya ingin anak muda mengubah cara berpikir tentang masalah global, termasuk isu masa depan kelautan. Dia meyakini, ide dipaparkan di BOSF sangat relevan untuk membentuk kebijakan visioner, kepemimpinan dinamis, dan strategi industri yang siap menghadapi tantangan masa depan.

"Ini akan mempersiapkan industri kelautan Indonesia untuk pertumbuhan jangka panjang yang akan memberi manfaat bagi semua orang Indonesia," jelas dia.

Senada, Menteri Kelatan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam ekonomi biru sebagai strategi utama untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekosistem dan pertumbuhan ekonomi sektor maritim.

Dia menegaskan, ekonomi biru bukan sekadar pendekatan pembangunan, melainkan komitmen moral untuk menjaga keberlanjutan laut bagi generasi mendatang.

"Pentingnya transformasi kebijakan yang menyeimbangkan produktivitas dan konservasi, agar laut Indonesia tidak hanya menjadi sumber daya, tetapi juga penopang kehidupan bangsa dalam jangka panjang," tutur Sakti dalam kuliah umumnya pada acara BOSF.

 

Momentum Strategis

Sakti menilai, BOSF menjadi momentum strategis untuk membuka ruang belajar lintas bangsa dan memperkuat pemahaman tentang ekonomi biru. Sebeb, ekonomi biru tidak hanya dilihat dari perspektif ekologi, tetapi juga dalam konteks sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

"Apa yang kita lakukan di Indonesia dapat menjadi inspirasi dan model yang direplikasi di berbagai belahan dunia," ujar Sakti.

Sakti pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan bersama-sama mengembangkan inovasi serta teknologi solutif berbasis sains dan kearifan lokal guna mendukung kebijakan nasional.

"Karya karya ide inovatif ditampilkan adalah bukti generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk membangun ekosistem laut yang berkelanjutan," ungkap Sakti.

"Jangan takut, karena masa depan laut Indonesia ada di tangan anak anak muda sekarang," imbuh dia.

Sebagai informasi, rangkaian BOSF diawali dengan kompetisi ide nasional yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tiga ide terbaik dipresentasikan langsung di hadapan Menteri KKP, memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan solusi konkret terhadap isu kelautan.



Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6