Peluang Kerja Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Setelah Lulus Kuliah

Mahasiswa Indonesia bisa berkarier di luar negeri, salah satunya bidang konstruksi di Jepang.

Diperbarui 07 Agustus 2025, 10:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mahasiswa Indonesia berpeluang karier konstruksi di Jepang dengan persiapan.
  • Uniska dan Daito Trust Construction adakan program Daito Class.
  • Jepang kekurangan tenaga kerja, membuka peluang bagi SDM asing.

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa Indonesia bisa berkarier di luar negeri, salah satunya bidang konstruksi di Jepang. Namun, hal itu bisa tercapai dengan persiapan matang yang lebih dulu harus dilakukan para mahasiswa, salah satunya melalui pelatihan.

Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Uniska) Ade Maman Suherman menyatakan, mahasiswa harus disiapkan untuk bisa bekerja secara profesional dan berdaya saing global, khususnya dalam industri konstruksi Jepang.

"Oleh karena itu, ada program Daito Class bersama perusahaan konstruksi asal Jepang, Daito Trust Construction untuk melakukan persiapan menghadapi dunia kerja bidang konstruksi di Jepang. Program Daito Class sudah dirancang sejak satu tahun lalu dan pihak kampus telah menyeleksi mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti kelas," ujar Ade Maman, melalui keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).

"Kuantitasnya nanti dari 25 mahasiswa akan mengerucut tersaring lagi menjadi 5 orang untuk bekerja ke Jepang," sambung dia.

Ade Maman juga berpesan kepada para peserta yang nantinya terpilih agar bisa menyesuaikan budaya lokal custom dan lokal cultur yang ada di Jepang.

"Inilah salah satu tujuan Daito Class untuk dapat mengenalkan budaya, baik secara negara dan korporasi kepada 5 orang mahasiswa terpilih. Sisanya bisa juga mungkin disalurkan atau melamar di perusahaan Jepang yang terafiliasi dengan perusahaan Jepang dan sebagainya," terang dia.

Menurut Ade Maman, Daito Class juga berfungsi untuk menjadi sertifikat pendamping ijazah untuk memudahkan lulusan Unsika saat mencari pekerjaan.

"Unsika Karawang menargetkan bisa mencetak lulusan berkelas dunia melalui kerja sama dengan Daito yang berasal dari Negeri Sakura," jelas dia.

 

Jepang Kekurangan Tenaga Kerja

Sementara itu, Senior Executive Officer Daito Trust Construction Co. Ltd Yutaka Takahashi menambahkan, program Daito Class memiliki tujuan besar, yakni untuk mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) dari luar Jepang untuk bisa berkiprah secara profesional.

"Sebab, Jepang kekurangan tenaga kerja karena populasinya menurun. Sehingga Jepang merekrut tenaga kerja dari luar. Jadi tidak melulu orang Jepang sendiri yang direkrut perusahaan besar ini," tutur Yutaka.

Selain itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Stafsus Mendikbud-Saintek) Oki Earlivan menegaskan, Jepang adalah negara yang patut untuk ditiru karena punya etos kerja yang tinggi.

"Kemajuan sebuah bangsa adalah memperbanyak pertemanan dengan negara-negara lainnya. Saya harap program Daito Class dapat bermanfaat bagi Indonesia dan Jepang. Ke depan ada hubungan berkelanjutan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Saya harap program ini dapat sukses untuk teman-teman semua," tandas Oki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6