Ada Loker Petugas Damkar Jakarta, Pramono Anung Pastikan Rekrutmen Bebas Pungli dan Terbuka

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut ada 1.000 kuota lowongan kerja (loker) untuk posisi petugas pemadam kebakaran atau petugas Damkar Jakarta.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut ada 1.000 kuota lowongan kerja (loker) untuk posisi petugas pemadam kebakaran atau petugas Damkar Jakarta. Meski belum ada jadwal resmi, proses rekrutmen dipastikan bebas dari pungli.

"Tahun ini kuotanya untuk Damkar itu 1.000 pekerja baru. Rekrutmen seperti biasa, terbuka," ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Pramono juga menampik adanya pungli sebesar Rp50 juta untuk orang dalam (Ordal) yang bisa membantu mendaftarkan kerabatnya dalam proses rekrutmen Damkar.

"Tidak benar itu, gak ada, karena pendaftarannya saja pakai online," ucap dia.

Pramono menjamin proses rekrutmen petugas Damkar bakal berlangsung transparan. Meski begitu, kata dia, proses rekrutmen Damkar akan diurus sepenuhnya oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Dinas Gulkarmat Jakarta.

Menurut Pramono, proses rekrutmen di Damkar akan sedikit berbeda dengan rekrutmen petugas penanganan dan prasarana umum (PPSU) yang memang dilakukan secara berjenjang.

"PPSU ini kan prosesnya berjenjang, kalau Damkar maka sepenuhnya diadakan di Damkar dan karena performa dari Damkar sangat baik, saya terus terang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Damkar," kata dia.

"Tapi nanti, finalisasinya supaya transparan gubernur, wakil gubernur, melihat dan terlibat dalam hal itu," tandas Pramono Anung.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan cara agar rekrutmen Damkar Jakarta bebas dari pungutan liar.

 

Mengintip Cara Pramono Anung Buat Rekrutmen Damkar Jakarta Bebas Pungli

Pramono menyebut, seluruh proses rekrutmen dilakukan secara online sehingga meminimalisir aksi pungli.

"Karena pendaftarannya saja pakai online," kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Pramono memastikan, tidak ada pungutan liar dalam perekrutan Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta. Dia mengaku belum mendapatkan laporan pungli penerimaan Damkar.

"Enggak benar itu (ada pungutan liar), enggak ada. Karena pendaftarannya saja pakai online. Saya jamin enggak ada," ujar Pramono.

Mantan Seskab ini menjelaskan, mekanisme rekrutmen Damkar sepenuhnya diatur oleh instansi tersebut. Terlebih, selama ini Damkar telah membangun citra yang baik di masyarakat. Untuk itu, dia pun memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak Damkar terkait rekrutmen 1.000 personel baru.

"Rekrutmen seperti biasa, terbuka. Tapi karena yang membedakan PPSU ini kan prosesnya berjenjang, kalau Damkar maka sepenuhnya diadakan di Damkar dan karena performa dari Damkar sangat baik, saya terus terang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Damkar," kata Pramono.

Meski kepercayaan penuh terkait rekrutmen tersebut diberikan kepada Damkar, dia mengungkapkan proses akhir perekrutan tersebut nantinya tetap berdasarkan persetujuan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dengan begitu, perekrutan tetap berjalan secara adil dan transparan.

 

Jumlah Petugas Damkar Tak Ideal

Sebelumnya, Pramono mengatakan penerimaan anggota Damkar dilakukan karena kurangnya jumlah personel di Jakarta. Dari total 267 kelurahan di Jakarta, saat ini hanya terdapat 170 pos pemadam kebakaran.

Dari jumlah personel, saat ini Jakarta memiliki sekitar 4.000 personel, padahal kebutuhan idealnya mencapai 10.000 hingga 11.000 orang.

Rekrutmen petugas Damkar ini tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Artinya warga luar Jakarta juga boleh ikut mendaftar.

"Sebagai bagian dari kota terbuka, orang menaruh harapan untuk bisa menggantungkan nasib bekerja di Jakarta. Untuk itu saya tetap akan menjalankan secara terbuka, walaupun kemudian ini menjadi beban bagi Kota Jakarta," kata Pramono.

Pramono tak menampik, jumlah pengangguran di Tanah Air masih sangat tinggi. Menurut dia, rata-rata para pencari kerja di ibu kota bukan lah warga Jakarta.

"Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, memang harus saya akui apa adanya bahwa sekarang ini begitu berbagai pembukaan lowongan itu yang mendaftar banyak sekali dan rata-rata bukan warga Jakarta, karena kan KTP-nya dilihat. Termasuk yang sekarang bentar lagi kita buka untuk Damkar tadi," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6