Gubernur DKI Pramono Anung Janji Selesaikan Kasus Anak Putus Sekolah

Anggota DPRD DKI Jakarta mendapat laporan masih ada anak putus sekolah di Jakarta.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI berjanji tuntaskan kasus anak putus sekolah.
  • Lukmanul Hakim terima laporan 15 anak putus sekolah di satu RW.
  • Pemprov DKI diminta data dan beri bantuan pendidikan tepat sasaran.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berjanji menyelesaikan kasus anak putus sekolah. Janji ini menanggapi pernyataan anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim yang menerima laporan banyaknya anak putus sekolah

Lukmanul menyampaikan adanya anak putus sekolah dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta hari ini, Senin (4/8/2025). Lukmanul bertugas di daerah pemilihan (Dapil) 9 atau Jakarta Barat A, yang mencakup tiga kecamatan, yaitu Tambora, Cengkareng, dan Kalideres.  

“Saya baru turun ke dapil dan saya mendapatkan laporan ada 15 anak di satu RW sekolahnya putus Pak Gubernur, masih ada putus sekolah di Jakarta,” kata Lukmanul saat rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (4/8/2025). 

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta agar mendata hal tersebut. Lukmanul mendorong, agar Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan pendidikan tepat sasaran. “Masih banyak anak-anak yang masih butuh lingkungan sekolah,” ucap Lukmanul.

Putus Sekolah atau Tak Mau Sekolah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berjanji bakal mengambil tindakan soal laporan anggota DPRD DKI Jakarta terkait adanya anak di Jakarta yang putus sekolah. Pramono berjanji, akan menyelesaikan persoalan tersebut. 

“Apakah itu putus karena memang tidak mau sekolah atau tidak mampu biayanya, kami akan selesaikan,” kata Pramono. 

Pramono menyampaikan keseriusannya dalam mendukung pendidikan anak-anak di Jakarta. Di Jakarta, kata Pramono hampir semua warga yang tergolong tidak mampu memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP).  

“Di Jakarta ini semuanya hampir warga yang tidak mampu kan sudah masuk di KJP, Kartu Jakarta Pintar, kami sudah membagi 707.622 siswa. Bahkan, ijazah pun kita putihkan,” kata Pramono. 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6