Pasar Barito Direvitalisasi, Disulap jadi Taman Bendera Pusaka

Semula riga taman yang dijadikan satu ingin diberi nama Taman ASEAN, tapi berubah menjadi Taman Bendera Pusaka.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI akan relokasi pedagang Pasar Barito untuk proyek taman terpadu.
  • Taman baru, awalnya Taman ASEAN, kini bernama Taman Bendera Pusaka.
  • Fraksi PSI minta relokasi ditunda karena merugikan pedagang kecil.

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah (Pemprov) DKI Jakarta segera merelokasi pedagang di kawasan Pasar Barito, Jakarta Selatan (Jaksel). Kawasan itu akan disulap sebagai kawasan terpadu dengan menyatukan tiga taman ikonik, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. 

Semula taman yang dijadikan satu itu ingin diberi nama Taman ASEAN, tapi berubah menjadi Taman Bendera Pusaka. Peletakan batu pertama pun dijadwalkan pada 8 Agustus 2025. 

“Groundbreaking revitalisasi tiga taman itu, akan dimulai pada 8 Agustus 2025,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).  

Pramono menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sosialisasi relokasi pedagang burung di Pasar Barito sejak lama. Menurut Pramono, relokasi telah disetujui para pedagang. Karena itu, Pramono meyakini sudah tak ada masalah mengenai relokasi untuk tujuan pembangunan taman di lokasi tersebut. Batas akhir bagi pedagang untuk pindah mandiri pun telah habis pada Minggu, 3 Agustus 2025.  

“Dengan demikian hal yang berkaitan dengan pasar burung di Pasar Barito itu, saya sudah meminta kepada jajaran pemerintah daerah Jakarta Selatan untuk menyelesaikan, dan saya yakin akan selesai,” ucapnya. 

Fraksi PSI Minta Tunda Relokasi

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan meminta Gubernur Jakarta, Pramono Anung menunda proses relokasi pedagang Pasar Barito, Jakarta Selatan. 

Hal itu disampaikan August dalam interupsinya di sidang penandatanganan pakta integritas pengesahan RAPBD Tahun Anggaran 2026 Pemprov DKI Jakarta, Senin (4/8/2025). Sidang dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. 

“Mohon Bapak Gubernur DKI Jakarta memikirkan dengan matang. Setidaknya relokasi ditangguhkan,” kata August. 

Menurutnya, rencana relokasi itu merugikan para pedagang kecil di Pasar Barito. Terlebih, Pasar Burung Barito ini sudah terkenal dan menjadi menjadi salah satu ikon Jakarta sejak 1979. Selain itu, August juga menyoroti soal rencana relokasi Pasar Barito yang berkaitan dengan proyek pembangunan Taman ASEAN atau Taman Bendera Pusaka yang menggabungkan tiga taman di kawasan tersebut. 

Dia meminta agar Pramono dapat memikirkan ulang rencana relokasi pedagang di Pasar Barito. August mendorong agar Pemprov DKI Jakarta dapat mempertahankan Pasar Burung Barito yang ikonik tersebut. 

“Kami meminta khususnya saya dengan teman-teman dari fraksi PSI selain ditangguhkan dipikirkan kembali. Setidaknya ikon Pasar Burung Barito bisa dipertahankan sama-sama untuk membangun Taman ASEAN,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6