Politikus Gerindra: Abolisi dan Amnesti Tunjukkan Prabowo Negarawan Sejati

Kawendra menilai keputusan Presiden Prabowo merupakan wujud kebesaran hati dan kenegarawanan.

Diperbarui 01 Agustus 2025, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DPR setujui permintaan Presiden Prabowo terkait abolisi dan amnesti tokoh nasional.
  • Salah satu penerima abolisi adalah Tom Lembong, amnesti untuk Hasto Kristiyanto.
  • Gerindra apresiasi langkah Prabowo sebagai wujud kebesaran hati dan negarawan.

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui permintaan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberian abolisi dan amnesti terhadap sejumlah tokoh nasional, termasuk Thomas Lembong dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Persetujuan itu disampaikan dalam rapat konsultasi antara DPR dan pemerintah.

“DPR RI telah melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah terkait surat Presiden tentang pemberian abolisi dan amnesti. DPR memberikan persetujuan atas permintaan tersebut. Salah satunya adalah permintaan abolisi terhadap Saudara Tom Lembong, dan amnesti terhadap 1.116 orang, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam keterangan pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/7/2025).

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Fraksi Gerindra, salah satunya disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian. Ia menilai keputusan Presiden Prabowo merupakan wujud kebesaran hati dan kenegarawanan.

“Kami di Gerindra tegak lurus mendukung apa yang menjadi keputusan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Keputusan tersebut bukan sekadar pengampunan hukum, tetapi cerminan luasnya hati dan bukti Pak Prabowo adalah negarawan sejati,” ujar Kawendra.

 

Peran Besar Dasco

Kawendra juga menyampaikan terima kasih atas peran Dasco dalam menjembatani dinamika politik nasional. Ia menilai keputusan ini mencerminkan semangat rekonsiliasi nasional.

“Tentu terima kasih juga untuk Bang Dasco, bukan sekadar selalu menjadi Jembatan Kebangsaan, tapi juga 'Jangkar Keseimbangan' demi kebaikan negeri ini,” imbuhnya.

Kebijakan pemberian abolisi dan amnesti ini dinilai menjadi bagian dari strategi besar pemerintahan Prabowo dalam memperkuat stabilitas nasional, sekaligus mempercepat agenda pembangunan yang inklusif dan kolaboratif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6