Jenazah Eks Menag Suryadharma Ali Dimakamkan di Ponpes Miftahul'Ulum Bekasi Siang ini

Sebelum dimakamkan, jenazah Suryadarma akan disemayamkan di rumah duka kawasan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Diperbarui 31 Juli 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Suryadharma Ali wafat di RS Mayapada pada usia 77 tahun.
  • Jenazah akan dimakamkan di Ponpes Miftahul'Ulum, Bekasi, usai zuhur.
  • Suryadharma pernah menjabat Menag dan Ketum PPP periode 2009-2014.

Liputan6.com, Jakarta- Jenazah mantan Menteri Agama (Menag) sekaligus Ketua Umum PPP periode 2009–2014, Suryadharma Ali, akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Miftahul'Ulum, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025) siang, usai salat zuhur.

"Akan dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul'Ulum, Jalan KH. Ahmad. Kampung Mariuk, RT.002, RW.008, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupatem Bekasi," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP, Amir Uskara.

Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Suryadharma menghembuskan napas terakhir di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, pada pukul 04.39 WIB. Pihak keluarga belum mengungkap secara rinci sakit yang dideritanya.

Amir menyampaikan permohonan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

"Kami memohon keikhlasan dan doa dari masyarakat agar segala amal ibadah beliau diterima, dosanya diampuni, dan diberi tempat yang lapang di sisi Allah SWT," ucapnya.

 

Awal Karir Politik Suryadharma Ali di PPP

Suryadharma Ali merupakan tokoh yang memiliki peran penting dalam politik dan pemerintahan Indonesia. Dia memulai kiprah politiknya lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai politik berbasis Islam yang menjadi salah satu kekuatan politik utama pascareformasi.

Dia bukanlah figur instan dalam dunia politik. Sebelum menduduki posisi strategis di partai maupun pemerintahan, Suryadharma aktif di berbagai kegiatan organisasi, terutama yang bersentuhan dengan kehidupan umat dan pendidikan.

Lahir dan besar di lingkungan masyarakat Betawi, Suryadharma dikenal sebagai sosok religius yang menggabungkan pendekatan keislaman dan nasionalisme. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dia mulai membangun jaringan di kalangan aktivis Islam moderat dan mulai dikenal di lingkup partai sebagai figur muda dengan ide dan retorika yang kuat.

Karier politiknya mulai menanjak saat dia dipercaya menduduki jabatan penting di struktur internal PPP. Keseriusannya dalam mengelola partai dan memperkuat basis massa membuatnya naik menjadi anggota DPR RI pada era 1999-an. Di parlemen, Suryadharma dikenal aktif menyuarakan isu-isu keislaman, pendidikan, dan kebijakan publik yang pro umat.

Masuk Kabinet SBY

Kariernya mencapai puncak saat terpilih menjadi Ketua Umum DPP PPP pada 2007. Di bawah kepemimpinannya, PPP berusaha melakukan konsolidasi kekuatan di tengah dinamika politik nasional yang kian kompetitif. Perjalanan politik Suryadharma kemudian membawanya masuk ke lingkaran kekuasaan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada 2004.

Pada 2009, dia kembali ditunjuk menjadi Menteri Agama. Dengan latar belakang yang kuat dalam ormas Islam dan partai politik, Suryadharma tampil sebagai representasi tokoh Islam politik moderat dalam kabinet.

Selama menjabat sebagai Menteri Agama, Suryadharma dikenal sebagai sosok yang konservatif dalam isu-isu keagamaan. Dia menolak memberikan pengakuan resmi kepada komunitas Baháʼí di Indonesia.

Namun, dia juga dikenal karena upayanya dalam mendekatkan generasi muda dengan agama melalui integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan.

Suryadharma mendorong agar lembaga pendidikan agama tidak hanya fokus pada pelajaran keagamaan, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan berpengetahuan luas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6