Liputan6.com, Jakarta - Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para pemangku kepentingan dunia pendidikan. Salah satunya Forum Indonesia Emas (FIE) dalam akun sosial media Instagram @fie_indonesiaemas.
"Hadirnya program Sekolah Rakyat solusi nyata memutus rantai kemiskinan di Indonesia melalui pendidikan. Didirikan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini memberikan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih cerah," ujar Forum Indonesia Emas (FIE) dalam akun sosial media Instagram @fie_indonesiaemas.
Pemerintah berharap agar inisiatif ini bisa menjadi gerakan nasional. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi antara negara, masyarakat, dan dunia pendidikan, diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam membangun generasi unggul masa depan.
Advertisement
Menteri Sosial RI atau Mensos Saifullah Yusuf pun menegaskan Sekolah Rakyat berhasil terlaksana berkat koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak.
"Sekolah ini terus terang saja kita lakukan dalam waktu yang singkat. Tetapi karena koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama yang baik, masalah-masalah itu dapat terselesaikan," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya, melalui keterangan tertulis, Selasa (29/7/2025).
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap program ini.
"Presiden Prabowo percaya bahwa pendidikan adalah fondasi pembangunan bangsa. Maka dari itu, Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti di satu titik melainkan harus diperluas dan diperkuat," kata Gus Ipul.
Â
Hasil Nyata Sekolah Rakyat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294382/original/042261100_1753370768-WhatsApp_Image_2025-07-24_at_22.13.59.jpeg)
Di lapangan, implementasi program Sekolah Rakyat menunjukkan hasil nyata. Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Fitri Puspitasari menyampaikan, di tempatnya menjadi pusat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Pembukaan MPLS diawali dengan kegiatan seremonial yang dihadiri para menteri dan juga pejabat tinggi lainnya dari berbagai instansi," kata dia.
"Dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran fisik, juga tes talent DNA untuk mengetahui potensi minat bakat yang bisa dikembangkan ke depannya. Setelah itu, diberi sosialisasi bagaimana menggunakan Learning Management System (LMS)," sambung Fitri.
Dia menjelaskan, visi Sekolah Rakyat adalah mencetak agen perubahan dari keluarga miskin. Mempersiapkan mereka untuk melangkah lebih jauh dalam pendidikan lanjutan dan kehidupan.
"Melalui pendidikan berkualitas, akan tertanam semangat pantang menyerah, rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan, serta cinta Tanah Air. Ini adalah langkah besar untuk membangun generasi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih berkarakter," papar Fitri.
Â
Advertisement
Kurikulum Khusus Sekolah Rakyat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290349/original/041056300_1753100444-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_18.57.12.jpeg)
Fitri menekankan, program ini tidak hanya mengajarkan literasi dan numerasi tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan dan pengetahuan praktis yang relevan dengan kondisi mereka khususnya untuk di dunia kerja sehingga akhirnya dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan.
"Kurikulum khusus yang digunakan di Sekolah Rakyat bertujuan agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi mereka juga memiliki karakter yang baik, rasa cinta terhadap Tanah Air, dan juga memiliki keterampilan hidup yang bisa digunakan. Sehingga, cita-cita Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan ini bisa tercapai," terang dia.
Program ini dinilai telah memberikan alternatif pendidikan yang gratis, inklusif, dan merata bagi keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi kunci penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sehingga, dukungan juga datang dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor, Amsohi yang menyebut program Sekolah Rakyat menjadi harapan keluarga miskin.
"Program Sekolah Rakyat telah memberi harapan baru bagi masyarakat miskin karena menjawab langsung kebutuhan dasar atas akses pendidikan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa belajar tanpa rasa takut soal biaya atau fasilitas," kata Amsohi.
Dia menyebut, Sekolah Rakyat membuktikan bahwa kehadiran negara bukan hanya slogan. Ini adalah aksi nyata yang menjangkau warga hingga ke pelosok dan kampung-kampung.
Program ini, kata Amsohi, memperkuat ketahanan sosial. Karena ketika pendidikan merata, maka kesenjangan bisa diperkecil, dan itulah keadilan sosial yang menjadi cita-cita bersama.
Karena itu, Amsohi turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berkomitmen mendukung dan mengawal keberlanjutan Program Sekolah Rakyat sebagai agenda perlindungan sosial yang berdaya. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto, atas komitmen Bapak kepada mereka yang paling membutuhkan," tegas dia.
Program Sekolah Rakyat secara langsung menjawab tantangan klasik dunia pendidikan, yakni ketimpangan akses, beban biaya, dan eksklusi sosial. Dengan kurikulum adaptif dan pendekatan komunitas, program ini tidak hanya mengajar, tapi juga membina, menguatkan karakter, dan menumbuhkan daya juang anak-anak bangsa. Sekolah ini bukan hanya tentang belajar, tapi juga tentang pengasuhan yang optimal.
Dengan fasilitas asrama lengkap, siswa dan guru tinggal bersama dalam lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pengembangan karakter. Kesimpulannya, Sekolah Rakyat adalah cahaya baru bagi mereka yang selama ini hidup dalam ketidakmampuan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234456/original/054144000_1748349318-1080x1080_02__6_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291100/original/079486400_1753166995-WhatsApp_Image_2025-07-22_at_13.15.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472999/original/044999700_1782382081-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_16.48.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452511/original/029207100_1782349554-IMG_3692.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452730/original/024849300_1782349763-Kemensos_dan_TNI_berkolaborasi_untuk_membentuk_karakter_siswa_Sekolah_Rakyat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8421933/original/0_1782308655-IMG_Muhammad_Sofi__pengamen_jalanan__bersama_putrinya_Fiska_Sahwa_yang_bersekolah_di_Sekolah_Rakyat_Menengah_Pertama__SRMP__06_Jakarta_Timur__Liputan6.comMuhammad_Radityo_Priyasmoro_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8420471/original/068070700_1782306664-c6db96b6-44c0-4db2-af93-79cf64401e57.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8355287/original/010008300_1782229642-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_22.10.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8274705/original/001065300_1782128036-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.20.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263476/original/042471600_1781931951-Sekolah_Rakyat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365090/original/029531900_1759135351-SR.jpg)