Prabowo Disarankan Lobi PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pulangkan Riza Chalid

Boyamin menyebut Riza Chalid dekat dengan Anwar Ibrahim sejak belum menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Diperbarui 28 Juli 2025, 14:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto agar membicarakan proses hukum saudagar minyak Mohammad Riza Chalid saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim.

Bukan tanpa alasan, Boyamin menyebut Riza Chalid dekat dengan Anwar Ibrahim sejak belum menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Bahwa Riza Chalid memiliki pertemanan yang rapat atau dekat dengan Anwar Ibrahim sebelum jadi Perdana Menteri Malaysia. Jejak digital terdapat foto terlampir yang dipublikasikan Kesultanan Kedah, berisi Anwar Ibrahim bersama Riza Chalid menghadap Sultan Kedah Malaysia pada tanggal 2 bulan Oktober 2022,” tutur Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/7/2025).

Boyamin mengaku telah pelesiran ke Malaysia pada tanggal 26 dan 27 Juli 2025 untuk menelusuri keberadaan Riza Chalid. Meski belum berkesempatan bertemu langsung, namun informasi keberadaan tersangka kasus korupsi minyak mentah di Negeri Jiran itu dikuatkan temuan tempal tinggal yang sering disinggahi di kawasan negara bagian Johor dan Kota Johor Bahru.

“Untuk memulangkan Riza Chalid diperlukan kerja sama yang baik antara kedua pemerintahan RI dan Malaysia. Meskipun menjadi kewajiban Pemerintah Malaysia memulangan WNI yang bermasalah hukum, namun pembicaraan khusus Bapak Prabowo Subiyanto dengan YAB Anwar Ibrahim tetap diperlukan guna memastikan atau mempercepat pemulangan Riza Chalid,” jelas dia.

Riza Chalid Menikah dengan Kerabat Sultan Malaysia

Boyamin mengaku khawatir proses pemulangan Riza Chalid akan menemui banyak kendala dan berkepanjangan, sehingga diperlukan pembahasan khusus oleh Kepala Pemerintahan kedua negara.

Terlebih, ada kabar bahwa Riza Chalid diduga telah menikah dengan kerabat sultan di sebuah negara bagian Malaysia, yakni Kesultanan atau Kerajaan inisial J atau K. Hubungan tersebut pun semakin memperkuat posisi Riza Chalid.

“Pengalaman masa lalu, Pemerintah RI mampu memulangkan Djoko Tjandra dari Malaysia dikarenakan hubungan baik kerjasama kedua negara. Hal ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah RI guna memulangkan Riza Chalid dari Malaysia,” Boyamin menandaskan.

Prabowo akan Bertemu Anwar Ibrahim

Presiden Prabowo Subianto direncanakan bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sore ini, Senin (28/7/2025). Anwar Ibrahim melakukan kunjungan kerja ke Republik Indonesia pada 28-29 Juli 2025 untuk menghadiri Konsultasi Tahunan ke-13.

Konsultasi Tahunan ini merupakan mekanisme bilateral tingkat tertinggi antara Malaysia dan Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis dan komprehensif.

Pertemuan ini diselenggarakan secara bergiliran antara kedua negara sejak tahun 2006 dan mencerminkan komitmen politik yang kuat untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, konektivitas, ketahanan pangan, dan pendidikan.

Para pemimpin juga dijadwalkan untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.

Konsultasi Tahunan ke-13 menandai konsultasi tahunan pertama antara perdana menteri Malaysia dan presiden Republik Indonesia saat ini. Terakhir kali konsultasi tahunan dilaksanakan pada 2017, menjadikan pertemuan ini sebagai kesempatan yang tepat bagi kedua pemimpin untuk menegaskan kembali kemitraan strategis serta menjajaki bidang kerja sama baru dalam merespons tantangan regional dan global saat ini.

Sebuah pernyataan bersama akan dikeluarkan pada akhir Konsultasi Tahunan ke-13. Anwar dan Prabowo juga akan menyaksikan pertukaran empat Nota Kesepahaman (MoU) di bidang perbatasan darat, kerja sama kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi. Demikian seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Selama kunjungan kerjanya ke Jakarta, Anwar dijadwalkan akan mengunjungi Sekretariat ASEAN atas undangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN. Dalam kesempatan ini, Anwar akan menyampaikan pidato kebijakan mengenai ASEAN dalam konteks kepemimpinan Malaysia di ASEAN tahun 2025, yang menekankan komitmen berkelanjutan Malaysia terhadap integrasi dan pembangunan komunitas kawasan.

Pada 2024, Indonesia menempati peringkat sebagai mitra dagang global terbesar keenam bagi Malaysia, dan yang kedua terbesar di antara negara anggota ASEAN. Perdagangan bilateral meningkat sebesar 4,5 persen, dari RM111,21 miliar (USD24,39 miliar) pada 2023 menjadi RM116,29 miliar (USD25,5 miliar) pada 2024.

Dalam kunjungan ini, Anwar akan didampingi oleh Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri (Dr.) Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg; Ketua Menteri Sabah Datuk Seri Panglima Hj Hajiji bin Haji Noor; Menteri Luar Negeri Mohamad bin Haji Hasan; Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution bin Ismail; Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Tengku Zafrul bin Tengku Abdul Aziz; serta Menteri Pendidikan Fadhlina binti Sidek.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6