Hari Pertama Program Bunga Desaku di Ambulu, Bupati Jember Tinjau Puskesmas hingga Bocorkan Rencana Tol Lewati Jember

Pada pelaksanaan hari pertama, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan serangkaian kegiatan mulai dari akselerasi kesehatan hingga rencana strategis infrastruktur. Berikut rangkumannya.

Diperbarui 28 Juli 2025, 10:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui program unggulan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Kali ini, program tersebut berlangsung selama 2 hari di Kecamatan Ambulu tepatnya pada 27-28 Juli 2025. 

Pada pelaksanaan hari pertama, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan serangkaian kegiatan mulai dari akselerasi kesehatan hingga rencana strategis infrastruktur. Berikut rangkumannya. 

Bupati Tinjau Puskesmas Ambulu

Hari pertama program Bunga Desaku dimulai dengan kunjungan Bupati Jember Muhammad Fawait ke Puskesmas Ambulu. Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat langsung pelayanan kesehatan serta kondisi fasilitas di lokasi.

“Kalau tiap hari seperti ini, puskesmas ini bagus. Saya tadi naik tangga, pegangannya bersih, ruangannya juga ada yang ber-AC,” ungkap Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari tenaga kesehatan untuk menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah digelontorkan dengan anggaran lebih dari 400 miliar rupiah. “Saya tidak bisa bekerja sendiri. Maka saya datang ke sini untuk meminta dukungan dari seluruh jajaran puskesmas agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya citra positif layanan kesehatan dan berkomitmen memperhatikan kesejahteraan tenaga medis. 

Silaturahmi bersama Para Guru Ngaji di Pendopo Balai Desa Tegalsari

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawait juga bersilaturahmi dengan para guru ngaji di Balai Desa Tegalsari sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka dalam membentuk karakter bangsa.

"Walaupun seseorang berpendidikan tinggi, tetapi jika akhlaknya buruk, maka percuma. Karena akhlak adalah yang paling utama," tegasnya.

Gus Fawait menegaskan bahwa proses pencairan honor harus lebih manusiawi. “Saya titip kepada seluruh Kabag Kesra, tahun ini pemberian honor guru ngaji harus dilakukan secara terhormat. Tidak boleh ada antrean. Mereka harus kita hormati,” ujarnya.

Proses pendataan guru ngaji sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan rampung dalam pekan ini, menurut Kepala Bagian Kesra, Nurul Hafid Yasin. Setelah verifikasi, Surat Keputusan akan diterbitkan sebagai dasar pencairan honor.

TP PKK Dorong Peran Perempuan Cegah Stunting dan Bangun Desa Inovatif

Ketua TP PKK Jember, Ghyta Eka Puspita, dan Kepala DPMD, Harry Agustriono, mengunjungi Kecamatan Ambulu dalam rangkaian “Bunga Desaku”. Mereka mendorong peran perempuan dalam mencegah stunting serta mendukung inovasi desa.

“PKK memiliki peran yang sangat strategis, mulai dari mengurus rumah tangga, mendidik anak, menjaga lingkungan, hingga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat,” ujar Ghyta.

Harry Agustriono mencontohkan inovasi pangan dari Desa Kemuning yang mengolah kelor dan telur menjadi produk bernilai gizi dan ekonomi. “Kelor tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti keripik, pewarna alami, bahkan produk UMKM,” jelasnya.

Kunjungan ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani isu-isu dasar seperti gizi, pendidikan, dan ekonomi desa.

Dorong Ekonomi Kreatif, Bupati Kunjungi Rumah Batik Rezti

Sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi lokal, Bupati Jember mengunjungi Rumah Batik Rezti di Desa Tegalsari, Ambulu. Kunjungan ini turut dihadiri Ketua TP PKK dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

“Ciri khas Batik Jember itu memiliki latar yang seragam, dengan dasar motif berupa perata-perata dan daun tengah. Saat ini juga telah dikembangkan berbagai motif lokal seperti kopi dan cokelat. Namun di Rumah Batik Rezti ini, ada satu motif khas lainnya yaitu watu ulo, yang belum banyak dikembangkan oleh pembatik lain di Jember,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dra. Sartini, M.M.,

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan koperasi pembatik untuk memudahkan penyediaan bahan baku. “Kalau bukan kita yang memakai dan memanfaatkan batik Jember, lalu siapa lagi? Ini warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tapi juga mendukung ekonomi lokal. Ayo kita cintai dan beli produk batik Jember,” tegasnya.

Bupati berharap sentra batik seperti ini bisa menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis budaya di desa-desa lain.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Disambut Antusias Warga

Layanan kesehatan gratis juga hadir dalam program ‘Bunga Desaku’ di Kecamatan Ambulu. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dilakukan oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan.

Lili Sumarni, warga Desa Sumberejo, menyambut positif program ini. "Saya senang sekali ada layanan cek kesehatan gratis di sini. Tadi saya cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Tekanan darah saya agak tinggi, mungkin karena tadi tidak sempat tidur siang. Tapi kadar gula saya normal, 105," ujar Lili.

Program ini menjadi sarana menjangkau masyarakat secara langsung, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, dan menjadi wujud hadirnya pemerintah di tengah masyarakat.

Pasar Murah Bantu Warga Dapatkan Sembako Terjangkau

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember menghadirkan pasar murah dalam kegiatan ‘Bunga Desaku’. Kegiatan ini menyajikan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan telur dengan harga di bawah pasar.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Bahkan sebelum Bupati tiba di lokasi, kami sudah melakukan pengaturan ritme penyediaan stok barang agar tetap tersedia,” ujar Kepala Disperindag, Muhammad Zamroni.

Ia menambahkan, “Pasar murah ini bukan hanya hadir di kegiatan Bunga Desaku saja. Kami juga sering diminta untuk menghadirkan pasar murah di berbagai kegiatan masyarakat.”

Pasar murah menjadi solusi konkret menjaga stabilitas harga dan pasokan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Jember.

Bupati Bocorkan Rencana Tol Lewati Jember

Dalam sesi wawancara malam hari di Pantai Watu Ulo, Bupati Jember membagikan kabar penting terkait rencana pembangunan tol nasional yang akan melintasi Jember.

"Jember sudah mengalami kemajuan signifikan. Perencanaan tolnya sudah tersambung. Nantinya, Jember akan disambungkan dengan Tol Bondowoso hingga Situbondo," ungkap Gus Fawait.

Ia menjelaskan bahwa tol ini akan membuka aksesibilitas, meningkatkan daya tarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah daerah bisa mengembangkan kawasan strategis seperti terminal terpadu, rest area modern, atau pusat logistik di dekat tol,” tambahnya.

Rencana tersebut diharapkan terealisasi dalam lima tahun mendatang dan menjadi lompatan besar bagi kemajuan Kabupaten Jember.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6