Peran Hashim Adik Prabowo & Orang Tajir Jepang di Balik Pembebasan Arnold Putra dari Junta Militer Myanmar

Ketua lembaga nirlaba dari Jepang, Sasakawa Peace Foundation memiliki peran penting dalam upaya pembebasan Arnold.

Diperbarui 24 Juli 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Arnold Putra bebas berkat bantuan Sasakawa Peace Foundation.
  • Hashim Djojohadikusumo memfasilitasi pertemuan dengan Menhan.
  • Sasakawa dekati militer Myanmar atas permintaan Menhan.

Liputan6.com, Jakarta - Arnold Putra, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan Junta Militer Myanmar karena dituduh terlibat dengan kelompok pemberontak bersenjata setempat, kini sudah menghirup udara bebas. Adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, menceritakan kronologis pembebasan sosok konten kreator tersebut.

Hashim mengungkap, ada bantuan dari ketua lembaga nirlaba dari Jepang, Sasakawa Peace Foundation dalam upaya pembebasan Arnold Putra.

"Saya mengapresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada Bapak Yohei Sasakawa, Ketua Sasakawa Peace Foundation, atas bantuan beliau yang sangat berarti dalam proses pembebasan Arnold, warga negara Indonesia yang ditahan di Myanmar," kata Hashim melalui keterangan tertulis diterima, Kamis (24/7/2025).

Perkenalkan Yohei Sasakaw dan Menhan

Hashim menceritakan keterlibatannya dimulai memfasilitasi perkenalan Yohei Sasakawa dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.

Menurut dia, Yohei Sasakawa memiliki hubungan dekat dengan pimpinan militer Myanmar sehingga terbuka jalan untuk penyelesaian kasus secara damai dan bermartabat.

"Atas permintaan langsung dari Menhan Sjafrie, Bapak Sasakawa berkenan melakukan pendekatan diplomatik. Beliau segera terbang ke Yangon dan mengadakan pertemuan dengan pihak militer Myanmar. Dalam pertemuan tersebut, disepakati keputusan penting untuk membebaskan Arnold," ungkap Hashim.

Indonesia Berterima Kasih pada Sosok Yohei Sasakawa

Hashim menyatakan, Indonesia berterima kasih kepada Yohei Sasakawa, seorang tokoh nasional dan filantropis Jepang yang telah menunjukkan empati dan solidaritas lintas negara.

"Semoga kerja sama ini menjadi landasan yang lebih kuat bagi hubungan kemanusiaan dan diplomasi di kawasan Asia," Hashim menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6