Liputan6.com, Jakarta Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Said Abdullah, menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan program obat gratis bagi rakyat miskin. Namun, Said menegaskan bahwa tidak semua jenis obat akan digratiskan.
"Obat gratis tidak semua obat gratis ya. Obat gratis pasti penyakit-penyakit yang general, yang menyangkut masyarakat luas," ujar Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Said menjelaskan, anggaran untuk program tersebut akan masuk ke dalam pos Kementerian Kesehatan. Tetapi, besaran alokasinya masih menunggu nota keuangan yang akan disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato RAPBN 2026 pada Agustus mendatang.
Advertisement
"Kalau anggarannya masuk ke Kemenkes. Angkanya belum, tunggu nota keuangan," kata politisi dari PDI Perjuangan itu.
"Kan sekarang yang dibahas itu hanya posturnya saja, angkanya sama sekali belum muncul di Badan Anggaran," imbuhnya.
Meski demikian, Ketua Banggar DPR itu mengaku sudah memiliki gambaran mengenai bentuk alokasi tersebut, tetapi tidak ingin mendahului proses resmi pengajuan pemerintah.
"Walaupun kita tahu kira-kira akan seperti apa, tapi kan tidak boleh mendahului nota keuangan," ujar Said.
 Seluruh Rakyat Harus Bisa Akses Obat
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan akan mengupayakan dana khusus untuk memberikan obat gratis bagi rakyat miskin. Ia menekankan pentingnya akses obat yang terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kalau nanti ada dananya khusus untuk rakyat miskin, obatnya harus gratis," kata Prabowo di acara Peluncuran Kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).
Prabowo juga mengapresiasi inisiatif Kementerian Pertahanan yang membentuk lembaga farmasi pertahanan guna memproduksi obat generik dengan harga murah. Menurutnya, seluruh rakyat harus bisa mengakses obat-obatan penting tanpa terkecuali.
"Terima kasih Kementerian Pertahanan dengan inisiatif mereka bentuk lembaga farmasi pertahanan membuat obat generik dengan harga murah," ucap Prabowo.
Prabowo Geram dengan Kasus Beras Oplosan: Pengkhianat Bangsa dan Rakyat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290556/original/004902500_1753145233-1000011468.jpg)
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan geram dengan kasus beras oplosan yang diubah dari jenis biasa menjadi premium. Prabowo pun memerintahkan Jaksa Agung serta Kapolri untuk serius mengusut kasus ini karena sudah merupakan kategori pidana dan penipuan.
"Beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium dijual Rp5.000, di atas harga eceran tertinggi. Ini kan penipuan ini adalah pidana. Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri usut dan tindak ini pidana," kata Prabowo.
Dia menyebut tindakan mengoplos beras merupakan bentuk pengkhianatan kepada bangsa dan masyarakat. Prabowo menuturkan hal ini merupakan upaya membuat Indonesia lemah dan miskin.
"Saya anggap ini adalah pengkhianat kepada bangsa dan rakyat. Ini adalah upaya untuk membuat Indonesia terus lemah terus miskin. Saya tidak terima, saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala perundang-undangan dan peraturan yang berlaku," ujar Prabowo Subianto.
Prabowo menuturkan total kerugian negara akibat tindakan mengoplos beras tersebut mencapai Rp100 triliun. Dia pun siap menyita penggilingan-penggilingan padi apabila tak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara.
"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung usut, tindak. Kalau mereka kembalikan 100 triliun itu oke. Kalau tidak kita sita itu penggiling-penggiling padi yang berengsek itu," tutur Prabowo.
Advertisement
Infografis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3560383/original/016368000_1630658692-210903_cONTENT_SPECIAL_Deretan_Negara_yang_Legalkan_Ganja_Sebagai_Obat_Medis_P2.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032478/original/049608100_1733144308-1__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258039/original/088971800_1781299445-AP26163759108481-Kanada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9138574/original/057462700_1783075991-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_16.29.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9129383/original/067041100_1783072038-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_16.29.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8959039/original/020011400_1782975407-Presiden_Prabowo_Subianto_dan_Presiden_Republik_Belarus_Aleksandr_Lukashenko-_2_Juli_2026f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950777/original/001757100_1782970773-pra4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8975387/original/043305200_1782983656-IMG_5053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8950778/original/014289300_1782970773-pra5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958945/original/095479600_1782975363-Presiden_Prabowo_Subianto_dan_Presiden_Republik_Belarus_Aleksandr_Lukashenko-_2_Juli_2026e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8949785/original/009481100_1782970150-IMG_5044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8941023/original/064839700_1782965879-pg02-sot-pres-kritik-4d1a9d.jpg)