Prabowo Minta Jaksa Agung dan Polisi Tindak Tegas Pengusaha Pengoplos Beras

Presiden Prabowo Subianto meminta Jaksa Agung dan polisi untuk mengusut tuntas pengusaha-pengusaha pengoplos beras. Seperti apakah?

Diperbarui 21 Juli 2025, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Jaksa Agung dan polisi untuk mengusut tuntas pengusaha-pengusaha pengoplos beras.

Dia memerintahkan agar para pengusaha yang menipu masyarakat dengan menjual beras biasa menjadi premium ditindak tegas.

"Masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya," ujar Prabowo saat menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo Jawa Tengah, Minggu 20 Juli 2025.

"Ini pelanggaran, ini saya telah minta Jaksa Agung dan Polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," sambungnya.

Presiden Prabowo mengatakan, total kerugian yang dialami rakyat akibat kasus tersebut mencapai Rp100 triliun setiap tahunnya.

Dia menyebut tindakan para pengusaha pengoplos beras merupakan kejahatan ekonomi yang luar biasa dan menikam masyarakat.

"Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun. Rp100 triliun tiap tahun berarti 5 tahun Rp1.000 triliun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa," tutur Prabowo.

Menurut dia, Rp1.000 triliun bisa dipergunakan untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia dalam lima tahun. Untuk itu, Prabowo berkomitmen menindak para pengusaha beras yang nakal tersebut tanpa pandang bulu.

"Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan 100 triliun kita bisa bikin apa mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan 1000 triliun itu," jelas Prabowo.

 

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis RI jadi Perhatian Dunia

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah negara di dunia kini memberikan perhatian besar terhadap berbagai program unggulan Indonesia, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu malam 20 Juli 2025.

Menurut Kepala Negara, program Makan Bergizi Gratis menjadi topik pembahasan di berbagai forum internasional karena dianggap memiliki skala yang belum pernah diterapkan oleh negara lain.

"Program Makan Bergizi Gratis dibahas di luar negeri. Belum pernah ada program yang sama seperti kita," ujar Prabowo, dikutip dari Antara, Senin (21/7/2025).

Ia menjelaskan, hingga Juli 2025, lebih dari 6 juta anak dan ibu hamil telah menerima manfaat langsung dari program tersebut.

Prabowo optimistis jumlah penerima manfaat akan melonjak signifikan menjadi lebih dari 20 juta orang pada akhir Agustus, bahkan bisa menembus angka 25 juta penerima.

 

Jumlah SPPG

Hingga akhir pekan ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi mencapai 2.109 unit, meningkat sebanyak 111 unit sejak Senin 14 Juli 2025.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga melaporkan bahwa total penerima manfaat program MBG di waktu yang sama mencapai 6.379.433 orang, tersebar di seluruh daerah.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Ia menyebutkan bahwa untuk kali pertama dalam sejarah, cadangan beras di gudang pemerintah telah mencapai lebih dari 4,2 juta ton.

Disisi lain, produksi jagung meningkat sebesar 30 persen, sementara produksi beras melonjak hingga 48 persen.

Capaian ini, menurut Presiden, menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan dan membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh rakyat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6