Sinopharm, Raksasa Farmasi China yang Siap Ekspansi ke Indonesia dan Belarus

Sinopharm memiliki rantai industri lengkap yang mencakup penelitian dan pengembangan (R&D), manufaktur, logistik dan distribusi, jaringan ritel, layanan kesehatan, teknologi rekayasa, pameran, bisnis internasional, hingga pengembangan pengobatan tradisional China.

Diperbarui 04 Juli 2025, 09:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sinopharm, perusahaan grup farmasi nasional milik China semakin menunjukkan taringnya di kancah global. Sinopharm dikelola langsung oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara di bawah Dewan Negara China. 

Liputan6.com bersama sejumlah wartawan dari Asia-Pasifik yang tergabung dalam program China International Press Communication Center (CIPCC) berkesempatan untuk mengunjungi Sinopharm pada Kamis, 3 Juli 2025. 

Sinopharm memiliki rantai industri lengkap yang mencakup penelitian dan pengembangan (R&D), manufaktur, logistik dan distribusi, jaringan ritel, layanan kesehatan, teknologi rekayasa, pameran, bisnis internasional, hingga pengembangan pengobatan tradisional China.

“Inti bisnis Sinopharm mencakup seluruh rantai industri medis secara lengkap. Beberapa label yang melekat pada Sinopharm antara lain, kami adalah distributor farmasi terbesar ketiga di dunia dan yang terbesar di Asia,” kata Manajer Umum Sinopharm International Cabang Eropa Tengah dan Timur, Tong Xin. 

Ia juga memaparkan soal skala dan ambisi besar perusahaan ini. Dalam presentasi berdurasi hampir 25 menit, Tong menyebut Sinopharm memiliki rencana ekspansi strategis ke Belarus dan Indonesia.

Menurut Tong, Sinopharm siap membangun rumah sakit, pusat logistik, dan pabrik farmasi bersama mitra lokal. Mereka menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari studi kelayakan, desain, konstruksi, penyediaan alat, hingga pelatihan dan manajemen.“Kami juga mencari peluang investasi di Belarus dan Indonesia untuk memperluas kehadiran kami,” kata dia.

Saat ini, Sinopharm telah menjalin kerja sama dengan mitra internasional di lima benua. Total, kerja sama telah dijalin dengan lebih dari 195 negara, sekitar 100 perusahaan farmasi dan peralatan medis ternama dunia, hingga organisasi internasional.“Kami telah memiliki kantor perwakilan di Asia, termasuk Indonesia, India, Jepang, Korea, Makau, dan Timur Tengah. Di Eropa kantor perwakilan kami ada di Belarus, Eropa Barat, dan Eropa Tengah & Timur, serta Amerika Selatan dan Karibia,” jelasnya. 

Pengembangan Rumah Sakit

Perusahaan ini juga aktif dalam proyek bantuan luar negeri, seperti pembangunan rumah sakit di Bosnia dan Herzegovina, Guyana, hingga Afrika Selatan. Adapun Sinopharm memproduksi lebih dari 1.550 jenis produk farmasi, termasuk obat anti-kanker, kardiovaskular, dan psikiatri. Tercatat, Sinopharm juga menyumbang lebih dari 85 persen vaksin untuk program imunisasi nasional di China. 

“Sinopharm juga memiliki 700 lebih varian obat tradisional China dan menjadi pemain utama dalam industri kesehatan alami,” ucapnya.

Selain farmasi, Sinopharm juga unggul dalam teknologi medis. Mereka memproduksi perangkat canggih seperti PET-CT, MR-CT, serta alat bedah dan perangkat wearable pintar. Di sisi rekayasa, mereka telah menyelesaikan lebih dari 6.000 proyek dan terlibat dalam penyusunan 14 lebih standar industri, dengan lebih dari 30 paten atas nama mereka.

Lalu, di sektor layanan kesehatan, Sinopharm mengelola lebih dari 170 rumah sakit di seluruh China, termasuk rumah sakit unggulan dan fasilitas kesehatan untuk lansia. Sinopharm juga menyediakan lebih dari 20.000 tempat tidur serta layanan nutrisi dan kesehatan dengan lebih dari 1.000 jenis produk, termasuk suplemen anti-aging.

Sinopharm rupanya juga memainkan peran penting selama pandemi Covid-19. Perusahaan ini menyalurkan lebih dari 1 miliar dosis vaksin ke 120 negara dan menyumbangkan lebih dari 4 miliar peralatan medis ke 173 negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6