Kemenpar Matangkan Pengembangan Wisata 3B: Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara Jadi Destinasi Unggulan

Pengembangan wisata 3B (Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara) menjadi bagian strategi penting untuk mendorong distribusi pariwisata secara merata.

Diperbarui 18 Juni 2025, 16:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementerian Pariwisata mematangkan program pariwisata Banyuwangi - Bali Barat - Bali Utara (3B) untuk pemerataan distribusi wisatawan dan peningkatan ekonomi.
  • Pengembangan wisata 3B menjadi strategi penting untuk mendorong distribusi pariwisata secara merata, mengingat Pulau Bali mengalami over concentrated tourism di Bali bagian selatan.
  • Banyuwangi siap berkolaborasi dengan menyiapkan paket wisata 3B, konektivitas antar wilayah, dan operasional kapal cepat, serta fasilitas bandara, pelabuhan, hotel, dan homestay yang memadai.

Liputan6.com, Banyuwangi Kementerian Pariwisata terus mematangkan pengembangan program pariwisata Banyuwangi - Bali Barat - Bali Utara (3B). Langkah ini sebagai upaya untuk mendorong pemerataan distribusi wisatawan dan peningkatan ekonomi di ketiga daerah tersebut.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto mengungkapkan keseriusan pihaknya dalam menjalankan program pariwisata 3B. Menurutnya, pengembangan wisata 3B, menjadi bagian strategi penting untuk mendorong distribusi pariwisata secara merata.

“Ttanggal 22 Juni nanti kami akan mengundang kembali pihak-pihak terkait di wilayah 3B untuk membahas percepatan program, lebih massif. Agar program ini bisa segera berjalan,” kata Hariyanto saat meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi Selasa petang (17/6/2024).

Hariyanto mengatakan, saat ini Pulau Bali telah mengalami over concentrated tourism di Bali bagian selatan. Adanya pariwisata 3B untuk memecah konsentrasi tersebut dan mendistribusi wisatawan untuk pemerataan pariwisata.

“Salah satu cara mendistribusikan wisatawan ke wilayah 3B yakni melakukan strategi promosi tentang Banyuwangi dan Bali Barat - Bali Utara,” ujarnya.

Menurutnya, program pengembangan wisata bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Bahkan kita tidak perlu menunggu semua infrastruktur siap dulu. Lakukan apa yang bisa dengan fasilitas yang sudah tersedia,” imbuhnya.

 

Siapkan Agen Travel Paket Wisata 3B dan Kapal Cepat

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi siap untuk melaksanakan kolaborasi pengembangan pariwisata 3B. Saat ini, sejumlah persiapan telah dilakukan pemkab mulai dari membuat paket wisata hingga membangun konektivitas antar wilayah 3B, salah satunya dengan kapal cepat.

“Sejumlah agen travel Banyuwangi sudah siap dengan paket-paket wisata 3B. Operasional kapal cepat juga siap untuk dijalankan tinggal menunggu kesiapan di wilayah Bali,” kata Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk berharap pariwisata 3B bisa segera terealisasi dalam waktu dekat. Ia yakin paket wisata 3B bisa semakin memajukan pariwisata di masing-masing wilayah.

"Banyuwangi sudah siap, bandara, pelabuhan, hotel dan homestay kami sudah memadai, serta agenda di Banyuwangi, bahkan juga sudah cukup banyak. Kulinernya juga menarik dan beragam," imbuhnya. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa juga telah menggelar rapat terkait percepatan pariwisata 3B dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Mei lalu.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6