Mengenal 3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Lengkap Niat dan Keutamaannya

Puasa sebelum Idul Adha adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Simak jenis, niat, tata cara, dan keutamaan 3 puasa sunnah sebelum Idul Adha berikut ini!

Diperbarui 02 Juni 2025, 12:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha merupakan momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk merayakan keikhlasan dan pengorbanan. Perayaan ini juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, di mana hewan seperti kambing, sapi, atau unta disembelih sebagai simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, terdapat amalan-amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah berpuasa.

Puasa sebelum Idul Adha bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri dan pengampunan dosa. Dengan melaksanakan puasa ini, umat Islam berkesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Terdapat tiga jenis puasa sebelum Idul Adha yang sangat dianjurkan, yaitu puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Masing-masing puasa ini memiliki keutamaan tersendiri yang diyakini dapat menghapuskan dosa-dosa dan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Puasa Dzulhijjah: Amalan di 10 Hari Pertama yang Agung

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tujuh hari pertama di bulan Dzulhijjah, bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Keutamaan bulan ini sangat besar, seperti yang disebutkan dalam hadis bahwa amal saleh di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT.

Melaksanakan puasa pada hari-hari ini adalah wujud penghambaan dan peningkatan ketakwaan. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih pahala yang berlimpah di bulan yang penuh berkah ini.

Berikut niatnya: 

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala.”

Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan saleh lainnya di bulan Dzulhijjah, seperti membaca Al-Qur'an, bersedekah, berzikir, dan melakukan amal kebajikan lainnya. Semua amalan ini akan menjadi bekal untuk meraih ridha Allah SWT dan meningkatkan kualitas diri sebagai seorang Muslim.

Puasa Tarwiyah: Menyucikan Diri Sebelum Wukuf

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Arafah atau dua hari sebelum Idul Adha. Puasa ini memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai sarana untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan wukuf di Arafah bagi para jamaah haji. Bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, puasa Tarwiyah tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Keutamaan puasa Tarwiyah sangatlah besar, diyakini dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Dengan berpuasa, seorang Muslim membersihkan diri dari segala noda dan kesalahan, sehingga siap untuk menyambut Hari Arafah dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. 

Berikut niatnya: 

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar pada hari Tarwiyah. Memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan, serta memohon petunjuk dan kekuatan agar dapat menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. 

Puasa Arafah: Meleburkan Dosa Dua Tahun

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, saat para jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Puasa yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha ini memiliki keutamaan yang sangat istimewa, yaitu dapat meleburkan dosa-dosa selama dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. 

Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah. Dengan berpuasa, mereka turut merasakan keberkahan dan keutamaan hari Arafah, serta mendapatkan ampunan atas dosa-dosa mereka. 

Berikut niatnya: 

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.”

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan zikir pada hari Arafah. Memohon segala hajat dan keinginan kepada Allah SWT, serta memuji dan mengagungkan nama-Nya. Hari Arafah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, karena pintu langit terbuka lebar menerima doa-doa hamba-Nya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6