PDIP Sebut Tak Ada Bursa Calon Sekjen di Kongres 2025

Djarot mengingatkan, keputusan menunjuk Sekjen PDIP sepenuhnya ada pada ketua umum terpilih.

Diterbitkan 01 Juni 2025, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menyatakan, tidak ada bursa calon sekretaris jenderal (sekjen) pada Kongres 2025 PDIP.

Djarot mengingatkan, keputusan menunjuk Sekjen PDIP sepenuhnya ada pada ketua umum terpilih.

"Untuk apa? begini dalam kongres itu, ketua terpilih itu mempunyai hak prerogatif untuk menyusun kepengurusan, termasuk sekretaris jenderal," kata Djarot, di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Minggu (1/6/2025).

"Semuanya, ya. Sehingga tidak bisa dipisahkan, sekjennya, atau ketua-ketua yang lain, ya," sambungnya.

Menurut Djarot, tidak ada pemilihan sekretaris jenderal dalam kongres. Sebab, penyusunan kepengurusan sepenuhnya di tangan ketua umum.

"Nah, ini menjadi kewenangan penuh dari ketua umum. Karena yang dipilih, sekali lagi, yang dipilih oleh kongres itu hanya ketua umum. Dan ketua umum kemudian sampai menyusun kepengurusan. Kenapa? Karena Kongres itu adalah institusi paling tinggi di partai. Forum tertinggi di partai," ujar Djarot.

Terkait Hasto Kristiyanto kembali menjadi sekretaris jenderal untuk periode berikutnya, Djarot enggan berandai-andai.

"Wah itu kita tidak bisa menginterprestasi seperti itu, ya. Tapi yang jelas, sekjen sekarang masih Pak Hasto Kristiyanto," pungkas dia.

Meriahkan Bulan Bung Karno, PDIP Gelar Pertunjukan Wayang Kulit hingga Soekarno Run

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat menyatakan, bulan Juni istimewa lantaran bertepatan dengan sejumlah momen penting terkait Proklamator RI, Sukarno alias Bung Karno. Hal itu disampaikan Djarot usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80, Minggu (1/6/2025).

"Bulan Juni kita peringati sebagai bulan Bung Karno karena banyak peristiwa penting yang menyangkut nama beliau dan sejarah perjuangan bangsa," ujar Djarot.

Djarot menjelaskan, selain peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menandai kelahiran Bung Karno pada 6 Juni di Surabaya.

"Banyak yang menyangka beliau lahir di Blitar, padahal beliau lahir di Kampung Peneleh, Surabaya. Rumahnya kini sudah menjadi cagar budaya," ucap dia.

Djarot pun menekankan bahwa Bung Karno bukan hanya milik PDIP, melainkan seluruh bangsa Indonesia.

"Beliau adalah penggali Pancasila dan proklamator kemerdekaan yang sepanjang hidupnya berjuang untuk Indonesia," kata Djarot.

Kegiatan Budaya hingga Penurunan Angka Stunting

Selain upacara, PDIP menggelar berbagai kegiatan sepanjang Juni untuk memeriahkan bulan Bung Karno.

"Kami mengadakan acara budaya seperti pementasan wayang kulit, kesenian tradisional, dan olahraga. Misalnya, Soekarno Run di Bandung pada 8 Juni dan di Solo pada 16 Juni," ujar Djarot.

Tak hanya kegiatan budaya, partai berlambang banteng ini juga fokus pada program pelayanan masyarakat.

"Kami turut berkontribusi dalam penurunan angka stunting, pengembangan pariwisata, dan penguatan ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6