Mengenal Hohhot Mongolia Dalam, Lebih dari Sekadar Kota Susu dan Padang Rumput

Mongolia Dalam ialah salah satu provinsi otonomi China yang terletak di sebelah utara dengan Hohhot sebagai ibu kota. Hohhot dihuni hampir sekitar 3 juta jiwa yang mayoritas beretnis Han, diikuti etnis Mongol dan beberapa kelompok minoritas lainnya.

Diterbitkan 14 Mei 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kira-kira apa yang terlintas di benak Anda, saat mendengar Mongolia Dalam? Sebagian orang mungkin bakal membayangkan padang rumput luas, kuda liar, hingga tenda-tenda tradisional. Sebagian lainnya bisa jadi masih asing.

Mongolia Dalam ialah salah satu provinsi otonomi China yang terletak di sebelah utara dengan Hohhot sebagai ibu kota. Hohhot dihuni hampir sekitar 3 juta jiwa yang mayoritas beretnis Han, diikuti etnis Mongol dan beberapa kelompok minoritas lainnya.

Liputan6.com, bersama 22 wartawan lainnya dari Asia-Pasifik berkesempatan untuk mengunjungi Hohhot, Mongolia Dalam, China dalam program China International Press Communication Center (CIPCC). Kunjungan kami ke Mongolia Dalam bertajuk ‘Travelogue of China’. 

Bertolak dari Beijing, setidaknya butuh waktu hampir 3 jam untuk sampai di Hohhot dengan kereta cepat. Sesampainya di Hohhot, kami jumpai suasana kota yang lebih tenang dan sepi dari aktivitas warga dengan cuaca yang sejuk sekira 28-29 derajat Celcius. 

Saat melewati jalanan Hohhot, sejumlah gedung-gedung bangunan, jalan, hingga jembatan yang membentangi kota terlihat baru. Tak hanya itu, banyak bangunan yang juga dalam proses konstruksi. 

Presiden Asosiasi Diplomasi Publik China atau CPDA, Wu Hailong mengatakan ‘Travelogue of China’ diselenggarakan bersama oleh CPDA dan Huanqiu.com dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada para jurnalis internasional untuk mengamati China secara langsung. 

Berbagai aktivitas dan kunjungan dirancang agar para jurnalis internasional bisa memahami, dan menafsirkan China secara lebih mendalam. Wu berharap, pemahaman para jurnalis soal China bakal bertambah salah satunya lewat lawatan ke Mongolia Dalam. 

“Izinkan saya menjelaskan, Mongolia Dalam memiliki kesamaan dengan wilayah-wilayah lain di China, namun juga memiliki karakteristik unik yang membedakannya,” ucap Wu dalam acara pembukaan ‘Travelogue of China’ di Hohhot, Mongolia Dalam, Senin 12 Mei 2025. 

Wu menyampaikan, Mongolia Dalam bergerak maju seiring perkembangan zaman. Menurutnya, Mongolia Dalam berkembang sejalan dengan China secara keseluruhan dan dapat meraih pencapaian yang luar biasa.

Wilayah yang Maju Dalam Pertanian

Meski begitu, Wu menyebut bahwa sebagai daerah otonomi Mongolia Dalam juga memiliki pesona dan ciri khas tersendiri. Mongolia Dalam, ujar Wu bukan lagi daerah terpencil, tertinggal, dan tandus, melainkan sebaliknya.

“Mongolia Dalam merupakan bagian penting dari peradaban China tempat di mana budaya padang rumput dan budaya pertanian saling berpadu dan belajar satu sama lain,” terang Wu. 

Lebih lanjut, Wu bilang bahwa Hohhot memiliki padang rumput yang luas, peternakan sapi dan domba, serta pemandangan alam yang megah. “Sumber dayanya pun melimpah,” ujar Wu. 

Hal ini, lanjut Wu menjadikan Hohhot sebagai salah satu wilayah teratas di China dalam hal potensi energi angin, tenaga surya, batu bara, dan logam tanah jarang (rare earth). 

“Bahkan, Mongolia Dalam menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal pembangkitan listrik dari energi baru hal yang mungkin mengejutkan banyak orang,” kata dia. 

Meski begitu, Wu mengakui Mongolia Dalam menjadi salah satu wilayah dengan lahan yang paling terdampak desertifikasi, ancaman pasir serius, serta ekosistem yang rapuh. Namun, Mongolia Dalam disebut berhasil menjaga keseimbangan antara pengendalian desertifikasi dan pembangunan berkualitas tinggi melalui upaya pelestarian ekologi yang konsisten. 

Hohhot sendiri, rupanya populer dikenal sebagai ‘Ibu Kota Produk Susu China’. Di Hohhot, ada raksasa susu Yili dengan berbagai produk susu olahan dari susu cair, keju, hingga es krim yang kini telah melebarkan sayap ke pasar internasional, termasuk Indonesia. 

Kemudian, ada pula Kawasan Baru Helingeer yang menjadi lokasi berbagai proyek rekayasa besar seperti Taman Informasi Komputasi Awan China Telecom dan Pusat Data Huawei Cloud. 

Museum Seni

Lalu, di Hohhot kami jumpai pula Taman Patung Internasional yang terdiri dari kompleks seni. Di sini ada Museum Seni Patung yang menampilkan sekitar 58 patung klasik dari seniman China dan internasional.

Lebih jauh, kami juga berkunjung ke M-Grass Ecology and Environment Group Co., Ltd di Hohhot, sebuah perusahaan yang fokus pada restorasi ekologi dan pengembangan teknologi benih rumput. Perusahaan ini terlibat dalam pembangunan dan operasi lingkungan ekologi alami, penjualan benih rumput dan tanaman asli. 

Mengakhiri perjalanan Kami di Hohhot, Padang Rumput Chilechuan yang ada di Distrik Xincheng menjadi tujuan. Di atas area lebih dari 30.000 hektar ini, mata dimanjakan dengan keindahan alami padang rumput hasil proyek restorasi ekologi. 

Sejumlah yurt atau tenda bundar khas Mongolia yang mudah dibongkar pasang juga kami temui di padang rumput Chilechuan. Di sini, yurt yang ada digunakan sebagai pusat berbagai kegiatan budaya seperti pertemuan dan jamuan. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6