Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Selama Libur Panjang Waisak, Ini Tarif Penyeberangannya

Hari Raya Waisak 2025 dirayakan dengan libur panjang, dan Kepulauan Seribu dibanjiri ribuan wisatawan yang menikmati keindahan alamnya. Kunjungan wisatawan ini berdampak positif bagi perekonomian lokal.

Diterbitkan 11 Mei 2025, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepulauan Seribu yang ada di wilayah utara Jakarta masih menjadi primadona para wisatawan dalam memanfaatkan momentum libur panjang akhir pekan atau long weekend. Kali ini momen long weekend jatuh bertepatan dengan libur nasional dalam rangka Hari Raya Waisak. 

Ribuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara berbondong-bondong menyerbu kawasan wisata di Kepulauan Seribu, Jakarta. 

"Total ada 5.958 wisatawan yang mengunjungi Kepulauan Seribu sejak Sabtu (10/5)," kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kabupaten Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Minggu (11/5/2025).

Ia merinci, ribuan wisatawan tersebut datang ke Kepulauan Seribu dari beberapa pintu masuk. Antara lain melalui Dermaga Marina Ancol sebanyak 1.387 orang, Muara Angke 3.418 orang, Tanjung Pasir 1.012 orang, dan Cituis 141 orang.

Menurut dia, kunjungan wisatawan diprediksi masih akan terus berdatangan bersamaan dengan momen libur panjang Hari Raya Waisak. Apalagi masih ada cuti bersama dalam rangka Hari Raya Waisak yang jatuh pada Selasa 13 Mei 2025. 

Seperti dilansir Antara, para wisatawan ini datang mengunjungi pulau penduduk, pulau resort, dan destinasi pariwisata lainnya. "Kunjungan wisatawan ini masih akan terus berdatangan, bahkan bisa lebih banyak," kata Sonti.

 

Tarif Penyeberangan ke Kepulauan Seribu

Ia mengatakan, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu dapat memacu perekonomian masyarakat setempat, termasuk para pelaku usaha.

Apalagi pariwisata menjadi salah satu pendukung perekonomian masyarakat di Kepulauan Seribu, sehingga kunjungan ini sangat positif sekali.

Untuk menuju Kepulauan Seribu, wisatawan bisa mengakses Dermaga Kali Adem dan Marina Ancol dengan tarif yang berbeda-beda.

Dengan berangkat melalui Dermaga Kali Adem, para pengunjung bisa memanfaatkan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.

Di dermaga tersebut juga bisa menggunakan kapal Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp44 ribu hingga Rp74 ribu. Sedangkan melalui Dermaga Marina Ancol, tarifnya sekitar Rp175 ribu hingga Rp300 ribu.

Anak Usia 3 Tahun ke Bawah Gratis Naik Woosh

Sementara itu, Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menggratiskan tiket bagi anak-anak usia di bawah 3 tahun yang tidak mengambil tempat duduk sendiri sehingga dapat menikmati perjalanan dengan kereta cepat Whoosh selama libur panjang Waisak 10-13 Mei 2025.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan meski tidak dikenakan biaya naik kereta cepat Whoosh, penumpang anak usia di bawah 3 tahun yang tidak mengambil tempat duduk sendiri, tetap harus memiliki tiket untuk kepentingan asuransi perjalanan.

Penumpang hanya perlu menambahkan data penumpang anak saat melakukan pembelian tiket dewasa melalui kanal online yaitu aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, maupun secara offline di loket dan vending machine di stasiun.

"Dengan mengenal Whoosh sejak dini, anak-anak akan terbiasa menggunakan moda transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan. Untuk membuat perjalanan semakin menyenangkan bagi penumpang Whoosh yang membawa anak, KCIC menyediakan berbagai fasilitas ramah anak yang tersedia di stasiun maupun di dalam kereta," ujar Eva dalam dikutip dari Antara, Jumat (9/5/2025).

 

Fasilitas Ramah Anak

Di seluruh stasiun tersedia ruang bermain anak yang bisa dimanfaatkan selama menunggu waktu keberangkatan. Terdapat total 10 ruang ibu menyusui dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan ibu dan bayi di seluruh stasiun Whoosh.

KCIC juga menyediakan water station di Stasiun Halim dan Padalarang yang menyajikan air minum gratis dengan pilihan air panas, dingin, maupun suhu ruangan, yang bisa digunakan untuk kebutuhan seperti membuat susu bayi.

Untuk memudahkan mobilitas menuju peron, seluruh stasiun Whoosh telah dilengkapi dengan lift yang nyaman dan ramah untuk pengguna stroller. Stroller dapat dibawa masuk ke dalam kereta tanpa perlu dilipat.

Di dalam kereta, tersedia meja ganti popok yang terletak di toilet kereta nomor 4 guna membantu orang tua dalam merawat bayi selama perjalanan. KCIC juga menyediakan rak bagasi khusus di setiap sambungan antar kereta yang dapat digunakan untuk menyimpan stroller dengan aman dan praktis sepanjang perjalanan.

Tak hanya perjalanan yang menyenangkan, setibanya di tempat tujuan, keluarga juga bisa menjelajahi beragam destinasi wisata ramah anak yang tersebar di sekitar jalur Whoosh.

"KCIC berkomitmen untuk mendukung peralihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Dengan layanan gratis untuk anak dan fasilitas yang lengkap, kami berharap semakin banyak keluarga memilih Whoosh sebagai solusi perjalanan yang nyaman, praktis, dan berkelanjutan," kata Eva.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6