Bertemu Prabowo, Bill Gates Apresiasi Indonesia di Sektor Kesehatan dan Pertanian

Bill Gates bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, memuji kemajuan Indonesia di bidang kesehatan dan pertanian, serta memberikan bantuan lewat Gates Foundation senilai USD 159 juta.

Diperbarui 07 Mei 2025, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyambut hangat kunjungan filantropis sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (7/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses kesehatan dan penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Bill Gates mengapresiasi langkah-langkah konkret Indonesia dalam mengadopsi vaksin baru seperti rotavirus, pneumokokus, dan HPV untuk melindungi anak-anak dari penyakit mematikan. Gates juga menyoroti peran penting Indonesia dalam uji coba vaksin tuberkulosis (TB) yang akan membawa manfaat besar tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.

"Indonesia adalah contoh yang hebat dalam mengadopsi vaksin baru seperti rotavirus untuk diare, pneumokokus untuk pneumonia, dan sekarang HPV sedang diperkenalkan," kata Bill Gates.

Dia memuji kolaborasi antara Gates Foundation dengan pemerintah Indonesia. Termasuk, keterlibatan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Dewan Gavi, organisasi global yang berfokus pada distribusi vaksin untuk anak-anak di seluruh dunia.

Bill Gates menilai kerja sama ini efektif selama masa pandemi dan akan terus dilanjutkan dalam berbagai program kesehatan.

"Dia (Menteri Kesehatan) mengenal Gavi dengan baik selama pandemi, di mana hubungan antara Gavi dan Indonesia sangat positif dan kami akan melanjutkan hal itu" jelasnya.

 

Soroti Kemajuan Pertanian di Indonesia

Selain itu, Gates mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam penanganan malnutrisi. Dia menjelaskan bahwa mereka memiliki sejumlah alat yang sudah terbukti bagus untuk menggandakan suplemen mikronutrien bagi ibu hamil. Gates mengapresiasi bahwa Indonesia menjadi yang pertama memiliki program tersebut.

"Indonesia adalah salah satu yang pertama meluncurkan itu dengan tujuan untuk memberikannya kepada semua ibu hamil dengan cepat, dan itu benar-benar membawa perbedaan besar" tutur Gates.

Selain kesehatan, Gates juga menyoroti kemajuan sektor pertanian di Indonesia, terutama dalam pengembangan bibit unggul dan peningkatan produktivitas tanaman pangan seperti pisang. Ia menyebutkan bahwa dukungan terhadap petani kecil dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Kami memiliki hubungan baik di Indonesia, bekerja pada hal-hal seperti pisang, di mana Indonesia memiliki keberagaman genetik yang hebat. Kami bisa meningkatkan kualitas pisang di sini, sekaligus membantu menghindari penyakit," ungkap Gates.

 

Beri Bantuan USD 159 Juta

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Gates Foundation milik Bill Gates telah memberikan bantuan sebesar USD 159 juta sejak 2009. Sebesar USD 119 juta untuk sektor kesehatan, USD 5 juta bidang pertanian, USD 5 juta bantuan di bidang teknologi, dan USD 28 juta bantuan sosial.

"Jadi sesuatu yang menarik tadi saya bicara dengan beliau, beliau telah memberi hibah ke Indonesia senilai USD 159 juta," kata Prabowo saat menerima kunjungan Bill Gates di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Prabowo menyampaikan Bill Gates juga banyak berkontribusi terhadap vaksin melalui PT Bio Farma (Persero). Saat ini, vaksin produksi PT Bio Farma telah memproduksi 2 miliar dosis per tahun yang dimanfaatkan 42 negara.

"Terutama hal-hal strategic seperti vaksin, vaksin polio, beliau bantuannya 1,3 triliun dan sekarang kita biofarma salah satu produsen, 2 miliar dosis vaksin tiap tahun dan ini untuk dimanfaatkan 42 negara di seluruh dunia. Dipakai oleh 902 juta orang. Jadi hal-hal semacam ini," jelasnya.

Menurut dia, Bill Gates saat ini juga tengah mengembangkan vaksin TBC untuk dunia. Nantinya, Indonesia akan menjadi salah satu tempat yang diuji coba.

"Kita mengetahui bahwa TBC memakan korban kita cukup besar yang meninggal hampir 100.000 tiap tahun dan itu tekad kita untuk menurunkan. Dan beliau menunjukkan komitmen beliau untuk terus membantu kita di bidang itu," ucap Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6