Pramono Tegaskan Kerukunan Antarumat Penting untuk Dukung Jakarta jadi Kota Global

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa kerukunan antarumat beragama berperan penting untuk mendukung Jakarta menjadi kota global.

Diperbarui 05 Mei 2025, 05:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa kerukunan antarumat beragama berperan penting untuk mendukung Jakarta menjadi kota global.

Menurutnya, Jakarta sebagai kota majemuk, baik dari segi identitas, suku, maupun budaya, sudah sepantasnya bersama-sama menciptakan suasana yang mendukung keberagaman antarumat beragama.

"Hal ini salah satu upaya mewujudkan kota global. Jakarta turut serta menunjukkan sisi inklusif dalam menjadi tuan rumah bagi seluruh penganut agama apa pun, dan ini yang harus kita jaga bersama," kata Pramono, dikutip dari Antara, Senin (5/5/2025).

Hal itu disampaikan Pramono dalam kunjungannya pada beberapa kegiatan keagamaan di Jakarta, mulai dari peresmian Masjid Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, acara Pindapata Nasional Gema Waisak Tahun 2025/2569 BE (Buddhist Era) di Mal Mega Glodok, Kemayoran.

Kemudian perayaan Peringatan 100 Tahun Guru Nanak Sikh Temple (Gurdwara Sahib Tanjung Priok) serta ibadah Perayaan Pra-Jubileum 98 Tahun Huria Kristen Indonesia (HKI) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading.

 

Komitmen Pemprov

Pramono menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mendukung kegiatan keagamaan. Selain aktif menghadiri acara-acara yang diadakan berbagai organisasi keagamaan, Pemprov juga mengadakan dialog di Balai Kota.

"Alhamdulillah, kita sering menyambut dengan hangat organisasi keagamaan mana pun yang beraudiensi. Jadi, banyak diskusi yang tercipta, seperti dukungan dalam hal perizinan, administrasi, bahkan kita juga memiliki dana hibah bagi kegiatan keagamaan," katanya.

"Kita ingin Jakarta dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi yang dirasakan oleh setiap warganya," ujar Pramono.

 

Jaga Kerukunan

Pramono berharap seluruh umat beragama di Jakarta terus menjaga kerukunan dan ketenteraman untuk mendukung upaya menjadi kota global, khususnya menjelang usia ke-500.

"Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat di Jakarta agar selalu menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing. Mari kita tunjukkan bahwa Jakarta adalah tuan rumah yang ramah dan inklusif bagi setiap pemeluk agama," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6