Pengunjung yang Ingin Doakan Paus Fransiskus Membludak, Kedubes Vatikan Membagi Jadi Dua Sesi

Di Jakarta, Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan membuka pintunya untuk umum, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi umat Katolik yang ingin mendoakan Paus Fransiskus. Pembukaan ini disambut antusias oleh umat dari berbagai daerah.

Diperbarui 23 April 2025, 12:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sudah tiga hari sejak Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025. Sosok pemimpin Gereja Katolik yang dikenal sederhana, rendah hati, dan penuh kasih ini terus dikenang oleh jutaan umat Katolik di seluruh dunia melalui doa dan penghormatan.

Di Jakarta, Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan membuka pintunya untuk umum, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi umat Katolik yang ingin mendoakan Paus Fransiskus. Pembukaan ini disambut antusias oleh umat dari berbagai daerah.

Pantauan Liputan6.com pada Rabu, (23/4/2025) menunjukkan bahwa suasana di Kedubes Vatikan masih dipadati umat Katolik. Mereka datang dengan penuh ketulusan, meskipun cuaca panas dan matahari terik menyengat kawasan Menteng, semangat para peziarah tak surut. Banyak yang terlihat tetap khusyuk dan tertib dalam antrean.

Untuk mengatur jumlah pengunjung, pihak Kedubes Vatikan membagi kunjungan menjadi dua sesi. Sesi pertama dibuka pukul 10.00–12.00 WIB, dan sesi kedua pukul 14.00–17.00 WIB.

Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan yang adil dan menjaga ketertiban bagi seluruh jemaat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Bukan hanya sebagai pemimpin Gereja, Paus Fransiskus dikenang sebagai figur yang mencerminkan jiwa kekatolikan sejati penuh kasih, rendah hati, dan sederhana.

“Bapa Paus ini sosok yang berbeda buat kami para umat Katolik. Dimana kami melihat Bapa Paus ini benar-benar mencerminkan jiwa kekatolikan, mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati,” kata Frans Janova salah satu pengunjung Kedubes Vatikan, Rabu (23/4/2025).

Frans juga mengenang momen ketika Paus Fransiskus datang ke Indonesia dan tetap bersikap hangat serta terbuka kepada masyarakat, meskipun berstatus sebagai kepala negara.

“Kita semua lihat, meskipun beliau seorang kepala negara, Bapa Paus mau menyambut masyarakat Indonesia,” ujar Frans kepada Liputan6.com.

Cerminan Yesus di Dunia

Frans sempat kaget saat mendengar kabar duka atas meninggalnya Paus Fransiskus. Karena belum memiliki kesempatan untuk ziarah ke Vatikan, ia memilih datang ke Kedubes Vatikan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. 

“Dan ketika beliau berpulang kemarin, ya kami kaget dan akhirnya kita belum bisa pergi ke Vatikan, dan kita menyampaikan bela sungkawanya melalui Kudubas Vatikan di Indonesia,” ujarnya.

Frans juga menjelaskan sisi kepemimpinan Paus Fransiskus yang berani dan penuh belas kasihan. 

“Kalau buat saya pribadi, ya Bapak Paus ini mungkin terlihat kontroversial ya, mengenai dia punya kebijakan segala macam, namun satu hal yang saya ingat ketika dia mengatakan bahwa siapakah aku sehingga saya berhak untuk menghakimi orang lain, itu ketika dia ucapkan mengenai yang homoseksual,” jelas Frans.

Pernyataan itu, membuat Frans menilai bahwa Paus Fransiskus sangat mencerminkan ajaran Yesus saat di dunia.  

“Saya langsung teringat kisah Yesus saat dihadapkan pada perempuan yang berzina. Ketika semua ingin menghukum, Yesus berkata: 'Siapa yang tak berdosa, silakan lempar batu pertama'. Dan saya merasa, Paus Fransiskus adalah cerminan Yesus di dunia,” tutup Frans.

Paus Fransiskus Akan Dimakamkan 26 April 2025, Begini Rangkaian Prosesinya

Dunia berduka atas kepergian Paus Fransiskus, pemimpin spiritual umat Katolik, yang meninggal dunia pada usia 88 tahun di Casa Santa Marta, Vatikan, Senin, 21 April 2025. Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik, apalagi sehari sebelumnya masih sempat memberikan pesan Paskah dari balkon Basilika Santo Petrus.

Paus Fransiskus rencananya akan dimakamkan pada Sabtu, 26 April 2026 mendatang. Tak seperti tradisi kepausan sebelumnya, Paus Fransiskus menginginkan pemakaman yang sederhana tanpa upacara megah.

Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan hasil rapat terbaru Dewan Kardinal yang berlangsung pada hari ini, Selasa (22/4/2025) pukul 09.00 pagi waktu Roma atau pukul 15.00 WIB di Jakarta, terkait proses pemakaman Paus Fransiskus. Rencananya jenazah Paus Fransiskus akan dibawa ke Basilika Santo Petrus, besok Rabu (23/4/2025) pagi.

"Rabu artinya besok pagi jam 09.00 pagi, jenazah Paus Fransiskus akan dibawa dari Casa Santa Marta tempat beliau tinggal lewat proses yang lumayan panjang akan masuk ke Basilika Santo Petrus. Prosesi akan dipimpin oleh yang disebut kepala rumah tangga Vatikan, seorang Kardinal," kata Suharyo saat jumpa pers di Gereja Katedral Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Suharyo menyampaikan bahwa sudah diputuskan pemakamanan Paus Fransiskus akan dilaksanakan pada Sabtu 26 April mulai pukul 10.00 pagi. Upacara pemakan akan dipimpin kepala dewan para Kardinal yang namanya Kardinal Batista Rey.

"Setelah itu akan dilangsungkan yang namanya masa-masa berduka cita selama beberapa hari. Jadi itulah rapat terakhir hasil rapat terakhir yang tadi baru saja kami terima dari dewan dewan pers Vatikan," jelas Suharyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6