Kementerian Dalam Negeri memamerkan alat pemindai e-KTP atau card reader di hadapan anggota Komisi II DPR. Di sela-sela memamerkan alat pemindai itu, 2 anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan protes. Atau lebih tepatnya, menumpahkan kekesalan terhadap Kementerian Dalam Negeri.
Alat-alat card reader yang terdiri dari tiga jenis itu dipamerkan di ruangan rapat Komisi II DPR, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2013). Alat yang dipamerkan itu buatan Amerika, Korea, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Dari Kementerian Dalam Negeri turut hadir Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil, Irman. Di sela-sela pameran alat itu, dua anggota Fraksi PKS menyampaikan protes. Keduanya yakni Agus Purnomo dan Gamari Sutrisno.
Agus kesal, karena perekaman data e-KTP yang dilakukan sejak 6 bulan lalu, belum juga selesai. Agus belum juga menerima e-KTP itu sampai detik ini.
"Saya sudah rekam e-KTP tapi belum dapat. Saya kesal. Saya sudah setengah tahun yang lalu tapi tidak jadi sampai sekarang. Karena itu saya saja yang uji coba alat-alat ini. Saya mau tahu," kesal Agus.
Berikutnya, protes datang dari Gamari. Gamari protes karena proses pembuatan e-KTP miliknya berlangsung lama, sekitar 3 bulan. Gamari juga tidak terima karena data yang tertuang dalam e-KTP miliknya adalah perekaman data yang pertama.
Dia mempertanyakan data-data miliknya yang tidak digunakan oleh perekam e-KTP. "Lalu data saya yang kedua diapakan? Saya juga kesal, 3 bulan menunggu tidak datang-datang," ujar Gamari.
Irman menjamin, data-data yang sudah terekam tidak akan disalahgunakan. "Data itu aman, tidak ke mana-mana. Tidak usah khawatir data itu akan diapa-apakan," jelas Irman. (Ism/*)
Alat-alat card reader yang terdiri dari tiga jenis itu dipamerkan di ruangan rapat Komisi II DPR, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2013). Alat yang dipamerkan itu buatan Amerika, Korea, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Dari Kementerian Dalam Negeri turut hadir Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil, Irman. Di sela-sela pameran alat itu, dua anggota Fraksi PKS menyampaikan protes. Keduanya yakni Agus Purnomo dan Gamari Sutrisno.
Agus kesal, karena perekaman data e-KTP yang dilakukan sejak 6 bulan lalu, belum juga selesai. Agus belum juga menerima e-KTP itu sampai detik ini.
"Saya sudah rekam e-KTP tapi belum dapat. Saya kesal. Saya sudah setengah tahun yang lalu tapi tidak jadi sampai sekarang. Karena itu saya saja yang uji coba alat-alat ini. Saya mau tahu," kesal Agus.
Berikutnya, protes datang dari Gamari. Gamari protes karena proses pembuatan e-KTP miliknya berlangsung lama, sekitar 3 bulan. Gamari juga tidak terima karena data yang tertuang dalam e-KTP miliknya adalah perekaman data yang pertama.
Dia mempertanyakan data-data miliknya yang tidak digunakan oleh perekam e-KTP. "Lalu data saya yang kedua diapakan? Saya juga kesal, 3 bulan menunggu tidak datang-datang," ujar Gamari.
Irman menjamin, data-data yang sudah terekam tidak akan disalahgunakan. "Data itu aman, tidak ke mana-mana. Tidak usah khawatir data itu akan diapa-apakan," jelas Irman. (Ism/*)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/59708/original/e-ktp-fraksi-pks130516b.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)