Cuaca Indonesia Hari Ini Selasa 13 Februari 2024: Mayoritas Bakal Turun Hujan Malam Nanti

Langit pagi Indonesia pada hari ini, Selasa (13/2/2024) diprediksi sebagiannya bakal berawan, cerah berawan, hujan ringan, dan hujan sedang. Begitulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Diperbarui 13 Februari 2024, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langit pagi Indonesia pada hari ini, Selasa (13/2/2024) diprediksi sebagiannya bakal berawan, cerah berawan, hujan ringan, dan hujan sedang. Begitulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Cuaca hujan ringan pagi hari ini diprediksi guyur Denpasar, Jambi, Makassar, dan Medan, serta hujan sedang di Tanjung Pinang, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Melalui laman resmi BMKG www.bmkg.go.id, cuaca Indonesia siang nanti sebagiannya diprakirakan berawan, cerah berawan, hujan ringan, hujan sedang, dan hujan petir.

Wilayah Serang, Surabaya, Banjarmasin, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Mataram, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, dan Medan siang nanti diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan.

Hujan sedang siang hari nanti diprakirakan guyur di Bandung dan Manado, serta waspada hujan petir di Bengkulu, Pontianak, dan Bandar Lampung.

Kemudian beberapa wilayah Indonesia malam nanti diprediksi BMKG bakal berawan, cerah berawan, hujan ringan, dan dan hujan petir.

Cuaca hujan ringan malam nanti diprakirakan turun di Bengkulu, Jakarta Pusat, Gorontalo, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju, Manado, dan Medan serta waspada hujan petir di Surabaya.

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resminya:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Denpasar  Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Serang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bengkulu  Cerah Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Yogyakarta   Berawan  Berawan  Berawan
 Jakarta Pusat   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Gorontalo   Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Jambi   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Bandung   Cerah Berawan  Hujan Sedang  Berawan
 Semarang   Cerah Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Surabaya   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Petir
 Pontianak   Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Banjarmasin   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Palangkaraya  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Samarinda  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Tarakan   Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Pangkal Pinang  Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Tanjung Pinang   Hujan Sedang  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bandar Lampung  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Ambon   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Ternate   Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Mataram   Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Kupang   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kota Jayapura  Berawan  Berawan  Berawan
 Manokwari   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Pekanbaru   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Mamuju   Cerah Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Makassar   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Kendari   Berawan  Berawan  Berawan
 Manado    Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Padang   Berawan  Berawan  Berawan
 Palembang  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Berawan
 Medan   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan

BMKG Minta Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem pada 9-14 Februari 2024

Sebelumnya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, pada 4-7 Februari 2024 telah terjadi curah hujan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

"Wilayah tersebut adalah Cilacap (62.0 mm/hari), Juanda (60.3 mm/hari), Luwu Utara (53.8 mm/hari), Padang Panjang (89.5 mm/hari), Jayapura (73.0 mm/hari), Balikpapan (62.0 mm/hari), Jambi (53.0 mm/hari), Stagen Kotabaru (56.0 mm/hari), Bali (118.9 mm/hari), Makassar (52.0 mm/hari). Sedangkan curah hujan intensitas ekstrem terjadi di Perak Surabaya (166.0 mm/hari)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Kamis 8 Februari 2024.

Dia menambahkan, berdasarkan analisis data iklim BMKG, sekitar lebih dari 55% wilayah Zona Musim Indonesia diprediksikan memasuki puncak musim hujan pada periode bulan Januari - Februari 2024.

"Sementara itu kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan masih dapat memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah," ujar dia.

Dinamika atmosfer tersebut ialah aktivitas Monsun Asia yang masih memicu potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan selatan.

Selain itu, aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang turut memicu peningkatan potensi awan hujan.

"Kemudian terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Selatan termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sebagai dampak dari penguatan angin Monsun Asia," jelas dia.

Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem

Berdasarkan kondisi tersebut, Guswanto melanjutkan, sebagian wilayah perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat, pada periode 9-14 Februari 2024.

Wilayah tersebut adalah:

  1. Sumatra Barat
  2. Jambi
  3. Bangka Belitung
  4. Sumatra Selatan
  5. Bengkulu
  6. Lampung
  7. Banten
  8. DKI Jakarta
  9. Jawa Barat
  10. Jawa Tengah
  11. DI Yogyakarta
  12. Jawa Timur
  13. Kalimantan Barat
  14. Kalimantan Tengah
  15. Kalimantan Timur
  16. Kalimantan Utara
  17. Kalimantan Selatan
  18. Sulawesi Utara
  19. Gorontalo
  20. Sulawesi Tengah
  21. Sulawesi Barat
  22. Sulawesi Selatan
  23. Sulawesi Tenggara
  24. Maluku Utara
  25. Papua Barat
  26. Papua

 

Langkah Antisipasi BMKG

Salah satu langkah yang telah dilakukan BMKG dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama puncak musim hujan ini adalah dengan menempatkan 1 unit Mobile Weather Radar di Stasiun Meteorologi Kertajati sejak tanggal 31 Januari 2024.

"Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan cuaca secara terkini di sekitar wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," kata Guswanto.

Resolusi spasial data radar cuaca yang dihasilkan dari mobil radar tersebut mencapai 250 meter dengan resolusi temporal data sekitar 05-10 menit, sementara itu cakupan areanya hingga 120 km yang meliputi wilayah Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya, Banjar, Tegal, Indramayu, Kuningan dan Purwakarta.

"Mobile Radar BMKG ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan Aerodrome Warning bagi pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Kertajati, selain itu produk Citra Radar yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan layanan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6