Tiga Anggota GAM Wilayah Deli Ditangkap

Tiga anggota GAM Wilayah Deli diringkus anggota Tim Reserse dan Kriminal Poltabes Medan, Sumut. Mereka diduga kuat terlibat kasus pelemparan granat di Hotel ASEAN, Medan, tahun silam.

Diterbitkan 06 Mei 2003, 08:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Medan: Anggota Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Kota Besar Medan, Sumatra Utara, baru-baru ini, meringkus tiga anggota kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Medan Deli. Ketiganya, yaitu Mustafa, bendahara GAM Medan Deli; Abdullah Sulaiman alias Daulay, anggota intel GAM; dan Abdurahman alias Amat, pembeli sepucuk pistol dari GAM. Ketiganya diduga kuat terlibat kasus pelemparan granat di Hotel ASEAN, Medan, pertengahan Agustus 2002. Bahkan, Daulay kabarnya bertugas sebagai koordinator pelemparan granat tersebut [baca: Granat Meledak di Hotel ASEAN Medan].

Di hadapan polisi, Daulay membenarkan bahwa pihaknya terlibat pengeboman di sejumlah tempat di Medan. Tujuannya, menurut dia, untuk mengacaukan situasi dan kondisi di ibu kota Sumut. Daulay juga mengakui, saat beraksi, dirinya melibatkan dua rekannya: Musliadi dan Iwan Jumbo--hingga kini masih buron--yang diberi upah, masing-masing Rp 500 ribu dari Abdul Wahab alias Abu Hendon, Panglima GAM Wilayah Medan Deli [baca: GAM Rencananya Menebar Bom di Medan].

Kepala Poltabes Medan Ajun Komisaris Besar Polisi Bagus Kurniawan mengatakan, tertangkapnya ketiga anggota GAM itu adalah hasil pengembangan dari penyidikan kasus bom Medan yang sebelumnya sudah menangkap sembilan tersangka, termasuk Abu Hendon. Dengan begitu, kini jumlah tersangka kasus bom Medan menjadi 12 orang. Bagus juga menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, tak tertutup kemungkinan jumlah orang yang diduga terlibat kasus pengeboman terus bertambah.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Erwin Mappasseng mengatakan, penangkapan tiga tersangka pengeboman di Medan berdasarkan keterangan Abu Hendon. Erwin juga mengungkapkan bahwa dalam menjalankan aksinya, para tersangka mendapat dana dari GAM di Aceh dan Singapura.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6