Sukses

PSI Kritik Pernyataan Anies Soal Sumur Resapan Bikin Genangan Cepat Surut

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Justin Adrian Untayana, mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut sumur resapan yang dibangun dengan baik di sejumlah titik di Jakarta membuat genangan cepat surut.

Menurut Justin, banjir lokal yang diakibatkan oleh curah hujan pada Selasa 4 Oktober 2022 kemarin menunjukkan bahwa Jakarta bermasalah dalam hal “tampung-alir” air dalam menghadapi curah hujan.

Justin menyebut tata kota yang buruk dan tanah yang minim daya serap juga menjadi penyebab terjadinya genangan. Selain itu, Justin menolak setuju dengan target cepat surutnya genangan yang digaungkan Anies.

"Saya tidak setuju kalau kecepatan surut seolah menjadi target/prestasi yang dibanggakan, karena genangan yang tingginya hanya 50cm selama beberapa menit sekalipun sudah bisa merusak kendaraan-kendaraan warga, atau memasuki rumah-rumah warga," kata Justin dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (6/10/2022).

"Bahkan membasahi karpet rumah ibadah di tempat-tempat tertentu. Sehingga genangan juga menimbulkan kerugian materiil terhadap masyarakat DKI," lanjut dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Hanya Supporting Sistem

Justin menyampaikan bahwa solusi andalan yang diklaim Anies seperti sumur resapan, dan toa semestinya hanya menjadi supporting sistem saja, bukan menjadi media utama penanggulangan banjir di ibu kota.

Menurut Justin, media utama pengendalian banjir DKI dalam menghadapi banjir lokal setidaknya adalah normalisasi untuk sungai-sungai utama. Justin berujar, program normalisasi harusnya dapat diamati perkembangannya setiap tahun.

Selain itu, pengembangan jaringan mikro atau saluran-saluran air beserta rehabilitasi dan perluasannya harus turut diperhatikan perkembangannya. Sehingga, kata dia, dapat terintegrasi sepenuhnya sebagai sebuah rangkaian media tampung-alir air yang memadai.

"Air hujan harus dialirkan secepatnya ke laut untuk mengimbangi durasi dan curah hujan yang tinggi, dan sebagai media pendukung/supporting barulah embung, sumur resapan, dan lain-lain diharapkan turut menangkap air untuk mengurangi beban tampung-alir air di sungai dan jaringan mikro," jelas Justin.

Oleh karena itu, Justin menilai diperlukan kerja lintas bidang dan sektoral dalam menanggulangi banjir di DKI Jakarta. Dia menegaskan sumur resapan tak cukup untuk diandalkan.

"Maka dari itu, kalau bapak Gubernur masih berpikir kalau sumur resapan adalah media andalan dan kecepatan surut adalah prestasi, maka saya harus mengatakan bahwa itu adalah hal murahan yang dapat diberikan kepada warga DKI," ujar dia.

3 dari 3 halaman

3 Jenis Banjir

Justin menguraikan sedikitnya ada tiga jenis banjir di Jakarta

1. Banjir Kiriman, yang merupakan aliran air dari hulu/ dataran tinggi.

2. Banjir Lokal, yaitu banjir yang diakibatkan oleh curah hujan di DKI Jakarta yang cenderung meningkat di setiap tahunnya.

3. Banjir ROB yang disebabkan luapan air laut di daratan pesisir.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

  • Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29 pernah menjadi rektor termuda se-Indonesia
    Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29 pernah menjadi rektor termuda se-Indonesia
    Anies Baswedan
  • PSI