Sukses

Respons Netizen ke Febri eks KPK: Mana Ada Pengacara Dibayar untuk Objektif

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang resmi masuk dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo-Putri Candrawathi, tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Keputusan yang diambil dua mantan punggawa KPK tersebut pun menimbulkan beragam respons dari publik.

"Saya paham, ada yang setuju ada yang tidak. Mungkin juga ada yang marah, kecewa atau bahkan mendukung," bunyi potongan cuitan Febri di akun Twitter pribadinya yang dikutip Liputan6.com, Kamis (29/9/2022).

Cuitan tersebut pun mendapatkan berbagai macam balasan. Ada yang mengingatkan agar Febri dapat berhati-hati, sampai dengan mempertanyakan integritasnya.

"Tidak ada manusia yang sempurna. Maka dari itu, jangan merasa paling suci sebelumnya. Money Talks," tulis @fido_id_.

"Mana ada ceritanya pengacara dibayar untuk objektif, sudah jelas dibayar untuk membela clientnya," tulis @bobwiratama.

"Hal keliru seperti itu perlu dibuktikan sebaliknya. Ujian bagi kami para advokat," balas Febri.

"Dari cerita awal yang dibangun saja sudah bohong, lalu dibuat cerita bohong lagi. Kemudian kita diminta untuk percaya kalau pengacaranya akan objektif? Saya sih nggak nyampai mikirnya," timpal @cahtrowongan.

"Tadinya saya percaya njenengan punya integritas dan idealisme lebih, Mas. Jujur kecewa. Tapi itu hidup njenengan, pilihan njenengan. Apakah ini pertanda pejabat/mantan pejabat pada dasarnya sama saja? Cuma beda kepentingan saja? Entahlah," tulis @puncak_komedi.

"Terimakasih. Integritas akan diuji di tindakan nyata atau bahkan dalam lumpur yang dalam," balas Febri.

"Sebagai pilihan profesional tetap saya hormati, tapi Hotman saja ngga milih karena takut tidak objektif. semoga bang @febridiansyah tidak tergoyahkan dengan Rembang Pati," harap @arahmadi.

"Insyallah objektif. Mohon doanya..," balas Febri Diansyah.

"Pengacara itu bukan untuk membela orang yang benar-benar bersih, pengacara itu membela agar orang mendapat putusan sesuai perbuatannnya. Kata Hotman Paris di podcast DC," tulis @kul_de_sak.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Pengacara Putri Candrawathi

Pengacara kondang Hotman Paris memang sudah lebih dulu diminta oleh Ferdy Sambo untuk mendampingi istrinya sebagai pengacara. Rekam jejak Hotman tentu sudah tidak diragukan. Namun dalam sebuah wawancara, Hotman menolak tawaran tersebut meski diakuinya memiliki honor yang besar.

"Itu ibu PC benar-benar ingin Hotman jadi pengacaranya (tapi) dengan sangat menyesal saya tolak meskipun honornya sangat besar," urai Hotman.

Hotman menjelaskan, penolakannya untuk mendampingi Putri memiliki alasan kuat. Bahkan, dia sempat tidak bisa tidur berhari-hari karena mempertimbangkan tawaran itu.

Hotman melanjutkan, alasan pertama penolakannya adalah mencegah terjadinya conflict of interest. Sebab, dirinya tengah mempersiapkan sebuah program bersama stasiun tv yang akan membicarakan tentang hukum dengan keberpihakan pada hak asasi manusia dan rakyat.

Dia khawatir jika menerima tawaran Sambo, maka antara profesi dan membawa acara tidak bisa netral.

Berikutnya, dirinya bukan hanya ditawari sebagai pengacara Sambo. Jauh sebelum itu para tersangka dalam insiden Duren Tiga pun kerap menawarinya. Mulai dari Keluarga Brigadir J hingga Bharada E.

"Jadi akhirnya saya putuskan dengan berat hati saya menolak," ungkapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.