Liputan6.com, Jakarta: Aneh bin ajaib. Betapa tidak, Miranda Goeltom mencalonkan diri sebagai gubernur Bank Indonesia, padahal dia pernah mengundurkan diri dari BI saat menjabat deputi gubernur. Lebih menarik lagi, pencalonan Miranda ini terjadi bersamaan dengan kabar miring soal perkawinannya. Dalam dialog Liputan6 di Studio SCTV, Kamis (6/3) petang, Miranda menjawab semua itu. Bayu Sutiono yang memandu acara tersebut.
Menurut Miranda, pengunduran dirinya itu terkait dengan pengunduran diri yang diprakarasai Deputi Senior BI Anwar Nasution. "Saya dalam posisi sulit karena suluruhnya yang hadir saat itu mengundurkan diri," ungkap Doktor Ekonomi Moneter Universitas Boston, Amerika Serikat ini. Kerena itu, mantan peneliti LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengatakan pengunduran dirinya itu tak terkait dengan visinya. "Saya tak tahu yang lain dengan tujuan yang lain," kata Deputi Asisten Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Pengawasan Pembangunan 1995-1998 ini.
Bahwa kemudian tetap menjabat Deputi BI, Miranda menjelaskan, memang demikian proses pengunduran diri yang diterima presiden, yakni sampai ada penggantinya. Miranda juga membantah terkait pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Ibu dua putri ini mengaku resmi masuk BI pada 22 Desember 1998. Dia baru dibebani tugas sebagai direktur BI pada 29 Desember. Sehari kemudian, Miranda bersama Direktur Kredit BI Aulia Pohan diberi tugas oleh Gubernur BI (saat itu) Sudrajad Djiwandono untuk mendatangani surat tentang pengukuhan peningkatan aset semua BLBI yang telah dikucurkan sebelumnya. Surat itu sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, berbulan-bulan sebelumnya, dan oleh tim sebelumnya. "Jadi, sebelum saya di BI, BLBI sudah dikucurkan," ungkap Miranda.
Sebetulnya, menurut Miranda, tujuan surat itu baik, yaitu mengukuhkan peningkatan aset terhadap semua BLBI yang sudah dikucurkan sebelumnya. "Jadi, diikat dan merupakan jaminan kalau sampai ada yang wanprestasi," tutur Miranda. Kebetulan saja di BI, peraturan bahwa suatu surat semacam itu harus ditandatangani dua direktur. Direktur satu harus didampingi direktur dua. Jika tidak ada direktur dua, direktur tiga yang mendampingi. Jika tidak juga, oleh direktur mana saja. "Saya dan Pak Aulia orang yang baru dilantik. Tak ada pilihan saat itu, karena kita hanya mengikat menjadi suatu aset," ujar Miranda.
Mengenai berita negatif tentang hubungan lama dengan Oloan Siahaan sebelum akhirnya menikah. Juga anggapan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan politik karena menjelang pemilihan gubernur BI. "Sangat rendah seseorang yang menikah hanya untuk suatu tujuan politik," kata Miranda menjawab. Miranda juga mengungkapkan, proses perceraian dengan Erwin Siregar sudah berjalan sangat lama yakni sejak 1992. Namun, proses tersebut tak berjalan mulus karena harus melewati beberapa kali keputusan pengadilan. "Melalui pengadilan agama saya menang, pengadilan tinggi sampai Mahkamah Agung saya menang," ungkap Miranda.
Karena itulah, Miranda meminta, tak mengaitkan proses pencalonannya sebagai gubernur BI dengan perceraian yang dialaminya. Alasannya, ya itu tadi, proses perceraiannya telah berlangsung jauh sebelumnya, yakni resminya 3-4 tahun silam. Sedangkan pencalonannya sebagai gubernur BI, menurut Miranda, baru diketahuinya pada 17 Februari 2003. "Tak ada perencanaanlah, tau jadi calon gubernur saja baru 17 Februari," kata Miranda membantah. Begitu pula, Miranda menambahkan, pernikahannya dengan Oloan baru dilangsungkan 23 Januari 2003 [baca: Miranda Goeltom Menikah di Gereja Immanuel].
Miranda juga mengaku mengambil sikap positif menanggapi berita miring tentang dirinya. "Saya lebih baik tidak berandai-andai dan menuduh. Agama mengatakan bahwa menuduh itu berdosa," kata Miranda. Sarjana lulusan Fakultas Ekonomi UI ini juga menceritakan kehidupannya setelah bertahun-tahun berpisah dengan suami pertamanya. "Waktu saya masih di UI juga apa saja dikerjakan, membuat riset, menulis paper di majalah luar negeri dan dalam negeri agar memperoleh bayaran yang cukup banyak. Juga berbicara di seminar agar mendapat dana untuk membiayai anak-anak sekolah," keluh Miranda. Kerena itu, dia mengatakan tudingan yang kini dialamatkan ke dirinya sangat menyakitkan. "Tak hanya menyakitkan saya, tapi kedua putri saya," ungkap Miranda.
Menyoal hubungan dirinya dengan suami pertamanya, Miranda dengan tegas mengatakan sudah tak ada lagi hubungan. Namun, dia mengaku tetap meminta anak-anaknya untuk terus menghormati kedua orang tuanya. Miranda dengan bijak juga menjawab ketika ditanya efek kabar miring tentang dirinya dengan pencalonan sebagai gubernur BI. "Saya serahkan itu kepada Tuhan. Kalau Tuhan berkenan, saya jadi gubernur. Kalau tidak, itu yang terbaik bagi saya," ujar Magister Ekonomi Politik Universitas Boston, AS, ini.
Selama ini ada kesan menarik yang tampak dari Miranda ketika tampil di mana saja. Pakaian yang pas dengan warna rambut yang bergantian, misalnya. Menjawab soal itu, Miranda mengatakan, sejauh ini, penampilannya biasa-biasa saja. Dia juga mengaku tak sering ke salon untuk mengubah gaya dan warna rambutnya. &quotSaya ke salon dua bulan sekali. potong rambut. Abis itu mengatur rambut sendiri, kebetulan Tuhan memberikan saya rambut yang mudah diatur,&quot tutur perempuan berusia nyaris setengah abad ini.(AWD)
Menurut Miranda, pengunduran dirinya itu terkait dengan pengunduran diri yang diprakarasai Deputi Senior BI Anwar Nasution. "Saya dalam posisi sulit karena suluruhnya yang hadir saat itu mengundurkan diri," ungkap Doktor Ekonomi Moneter Universitas Boston, Amerika Serikat ini. Kerena itu, mantan peneliti LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengatakan pengunduran dirinya itu tak terkait dengan visinya. "Saya tak tahu yang lain dengan tujuan yang lain," kata Deputi Asisten Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan dan Pengawasan Pembangunan 1995-1998 ini.
Bahwa kemudian tetap menjabat Deputi BI, Miranda menjelaskan, memang demikian proses pengunduran diri yang diterima presiden, yakni sampai ada penggantinya. Miranda juga membantah terkait pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Ibu dua putri ini mengaku resmi masuk BI pada 22 Desember 1998. Dia baru dibebani tugas sebagai direktur BI pada 29 Desember. Sehari kemudian, Miranda bersama Direktur Kredit BI Aulia Pohan diberi tugas oleh Gubernur BI (saat itu) Sudrajad Djiwandono untuk mendatangani surat tentang pengukuhan peningkatan aset semua BLBI yang telah dikucurkan sebelumnya. Surat itu sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, berbulan-bulan sebelumnya, dan oleh tim sebelumnya. "Jadi, sebelum saya di BI, BLBI sudah dikucurkan," ungkap Miranda.
Sebetulnya, menurut Miranda, tujuan surat itu baik, yaitu mengukuhkan peningkatan aset terhadap semua BLBI yang sudah dikucurkan sebelumnya. "Jadi, diikat dan merupakan jaminan kalau sampai ada yang wanprestasi," tutur Miranda. Kebetulan saja di BI, peraturan bahwa suatu surat semacam itu harus ditandatangani dua direktur. Direktur satu harus didampingi direktur dua. Jika tidak ada direktur dua, direktur tiga yang mendampingi. Jika tidak juga, oleh direktur mana saja. "Saya dan Pak Aulia orang yang baru dilantik. Tak ada pilihan saat itu, karena kita hanya mengikat menjadi suatu aset," ujar Miranda.
Mengenai berita negatif tentang hubungan lama dengan Oloan Siahaan sebelum akhirnya menikah. Juga anggapan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan politik karena menjelang pemilihan gubernur BI. "Sangat rendah seseorang yang menikah hanya untuk suatu tujuan politik," kata Miranda menjawab. Miranda juga mengungkapkan, proses perceraian dengan Erwin Siregar sudah berjalan sangat lama yakni sejak 1992. Namun, proses tersebut tak berjalan mulus karena harus melewati beberapa kali keputusan pengadilan. "Melalui pengadilan agama saya menang, pengadilan tinggi sampai Mahkamah Agung saya menang," ungkap Miranda.
Karena itulah, Miranda meminta, tak mengaitkan proses pencalonannya sebagai gubernur BI dengan perceraian yang dialaminya. Alasannya, ya itu tadi, proses perceraiannya telah berlangsung jauh sebelumnya, yakni resminya 3-4 tahun silam. Sedangkan pencalonannya sebagai gubernur BI, menurut Miranda, baru diketahuinya pada 17 Februari 2003. "Tak ada perencanaanlah, tau jadi calon gubernur saja baru 17 Februari," kata Miranda membantah. Begitu pula, Miranda menambahkan, pernikahannya dengan Oloan baru dilangsungkan 23 Januari 2003 [baca: Miranda Goeltom Menikah di Gereja Immanuel].
Miranda juga mengaku mengambil sikap positif menanggapi berita miring tentang dirinya. "Saya lebih baik tidak berandai-andai dan menuduh. Agama mengatakan bahwa menuduh itu berdosa," kata Miranda. Sarjana lulusan Fakultas Ekonomi UI ini juga menceritakan kehidupannya setelah bertahun-tahun berpisah dengan suami pertamanya. "Waktu saya masih di UI juga apa saja dikerjakan, membuat riset, menulis paper di majalah luar negeri dan dalam negeri agar memperoleh bayaran yang cukup banyak. Juga berbicara di seminar agar mendapat dana untuk membiayai anak-anak sekolah," keluh Miranda. Kerena itu, dia mengatakan tudingan yang kini dialamatkan ke dirinya sangat menyakitkan. "Tak hanya menyakitkan saya, tapi kedua putri saya," ungkap Miranda.
Menyoal hubungan dirinya dengan suami pertamanya, Miranda dengan tegas mengatakan sudah tak ada lagi hubungan. Namun, dia mengaku tetap meminta anak-anaknya untuk terus menghormati kedua orang tuanya. Miranda dengan bijak juga menjawab ketika ditanya efek kabar miring tentang dirinya dengan pencalonan sebagai gubernur BI. "Saya serahkan itu kepada Tuhan. Kalau Tuhan berkenan, saya jadi gubernur. Kalau tidak, itu yang terbaik bagi saya," ujar Magister Ekonomi Politik Universitas Boston, AS, ini.
Selama ini ada kesan menarik yang tampak dari Miranda ketika tampil di mana saja. Pakaian yang pas dengan warna rambut yang bergantian, misalnya. Menjawab soal itu, Miranda mengatakan, sejauh ini, penampilannya biasa-biasa saja. Dia juga mengaku tak sering ke salon untuk mengubah gaya dan warna rambutnya. &quotSaya ke salon dua bulan sekali. potong rambut. Abis itu mengatur rambut sendiri, kebetulan Tuhan memberikan saya rambut yang mudah diatur,&quot tutur perempuan berusia nyaris setengah abad ini.(AWD)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/388584/original/060303cDialog.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)