Sukses

Sandiaga Uno Dorong Mahasiswa Melek Teknologi dan Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno meminta agar setiap mahasiswa baru dapat menjadi pelaku utama industri ekonomi kreatif. Hal ini lantaran, generasi muda dianggap mampu untuk bisa menjawab tantangan di dunia industri ekonomi kreatif.

"Visi Indonesia memasuki masa keemasan di tahun 2045. Yang mana, memiliki pilar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta IMTAK (Iman dan Takwa), untuk mewujudkan itu, tentu harus ada peran para mahasiswa atau generasi muda kita," tuturnya, saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (PKKMB UMJ) di Stadion Sepak Bola UMJ, Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat (16/9/2022).

Untuk UMJ sendiri juga turut memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadirkan calon pelaku utama ekonomi atau industri yang kreatif. Ditambah, dapat menampilkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, serta kemajuan zaman, umat, dan bangsa.

"Mahasiswa saat ini didorong untuk maju, melek teknologi, dan mengerti dalam mempengaruhi gaya dan tatanan hidup sebagai generasi penerus. Serta dapat menampilkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, serta kemajuan zaman, umat, dan bangsa," ujar Sandiaga.

Sementara, untuk mewujudkan mahasiswa sebagai SDM yang siap menghadapi era saat ini, tentunya dibutuhkan sejumlah kegiatan penunjang. Wakil Rektor II UMJ, Nina Mutmainah mengatakan, pengenalan UKM sangat penting dilakukan ketika masa PKKMB. Meski, ada beberapa perbedaan unit yang ditampilkan di UMJ.

"UKM tentu sangat penting namun untuk di UMJ sendiri ada perbedaan seperti Ortom Muhammadiyah yang menjadi khas dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, Hizbul Wathan, dan Nasyiatul Aisyiyah," ungkapnya. 

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Ciptakan 1,1 Juta Lapangan Kerja

enteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membagikan trik sukses untuk buka peluang usaha hingga naik kelas kepada ratusan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Sandiaga mengatakan, tingkat ekonomi Indonesia di bidang fashion saat ini mencapai 18 persen dan kriya 15 persen. Menurutnya, ekonomi ekstraktif akan mulai tergantikan oleh ekonomi kreatif.

“Kami yakin sektor Ekraf bisa menciptakan 1,1 juta lapangan kerja di tahun ini. Kemudian, di 2024 bisa tercipta 4,4 juta lapangan kerja,” ujar Sandiaga Uno saat acara Sarasehan dengan UMKM, di Rumah Dinas Walikota Palembang, Sumsel, Rabu (14/9/2022).

Sandiga menyebut, jika ingin sukses tipsnya yaitu harus berani mengambil risiko, menjalin relasi, dan menggunakan metode ekonomi berbasis silaturahmi. Sebab, menurutnya silaratuhmi juga berguna untuk memperluas rezeki.

“Kita juga harus pintar mengambil kesempatan. Seperti contohnya, Indonesia saat ini menjadi pusat perhatian dunia karena menjadi tuan rumah G20. Maka bisa diambil 3G, yaitu gerak cepat (Gercep), gerak bersama (Geber), dan gali semua potensi lokal (Gas pool),” ungkapnya.

 

3 dari 3 halaman

UMKM Bisa Segera Bangkit

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo berharap Pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang bisa segera bangkit dan tumbuh pasca pandemi Covid-19.

Dia juga menambahkan, kehadiran Sandiaga dengan pengalamannya sebagai pengusaha yang berhasil memberikan motivasi kepada para pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang.

“Semoga dengan hadirnya Pak Sandiaga bisa menjadi motivasi bagi semua pelaku Ekraf dan UMKM di Palembang dan bahkan Sumsel. Maka, upaya kita saat ini adalah mempromosikan ekonomi agar tetap tumbuh di Palembang,” kata Harnojoyo. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.