Presiden Jokowi Sambangi Stand Sagolicious di HUT PPAD Tahun 2022

Sogolicious telah melakukan eksplorasi untuk produk sagu dijadikan berbagai macam makanan olahan, sehingga bisa disejajarkan dengan terigu ataupun beras.

Diperbarui 09 Agustus 2022, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Menhan Prabowo Subianto serta Ketua BP PPAD Jenderal TNI Purn Try Sutrisno yang juga Wakil Presiden ke-6 RI.

Ketua Umum PPAD Letjen Purn Doni Munardo mengungkapkan silatnas PPAD kali ini mengusung tema besar yakni mendukung program pemerintah, mengambil peran menciptakan lapangan kerja dalam rangka mengantisipasi krisis pangan dan energi.

Dalam acara Silatnas ini, tambahnya akan ada pameran dan bazar UMKM para Purnawirawan juga Warakawuri. Bazar dan UMKM ini antara lain menyajikan pameran bibit sukun, makanan olahan dari sagu, daun kelor dan lain lain. Bazar dan pameran ini setidaknya melibatkan 30-an peserta both/stand.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelum pembukaan secara resmi Silatnas PPAD Tahun 2022, menyempatkan berkunjung ke sejumlah stand dan bazar UMKM. Salah satu stand yaitu Sagolicious menarik perhatian Jokowi dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan pendiri sekaligus pemilik brand Sagolicious, Jenny Widjaja.

Kehadiran Produk UMKM ini ditujukan untuk lebih menonjolkan pemberdayaan dari masyarakat serta menjadi sarana edukasi bagi para purnawirawan dalam meningkatkan perekonomian di segala bidang, baik pertanian, perdagangan dan industri rumahan.

Salah satunya adalah UMKM Sogolicious yang merupakan salah satu produk premium Indonesia berbahan dasar sagu, yang merupakan salah satu makanan pangan lokal pokok bagi masyarakat di Papua yang memiliki kandungan gizi tinggi.

Saat ini Sogolicious telah melakukan eksplorasi untuk produk sagu dijadikan berbagai macam makanan olahan. Sehingga kini sagu bisa disejajarkan dengan terigu ataupun beras.

Sagolicious melakukan inovasi dengan menghadirkan beragam olahan Sagu Papua. Pendiri Sagolicious Papua Jenny Widjaja telah menjadi pelopor yang memproduksi produk-produk berbahan sagu, seperti Mie Pasta Sagu, Makaroni Sagu, Keripik Sagu dan sebagainya.

Jenny menjelaskan, dirinya tertarik mengembangkan bahan sagu menjadi makanan olahan modern berbahan sagu dengan nilai gizi yang optimal.

"Sagu punya banyak kelebihan, Free Gluten, Non GMO, Organik, Low GI sangat baik untuk kesehatan, terutama bagi yang mau tetap sehat. Menghindari gula bagi diabetes, baik untuk jantung, sangatlah baik untuk yang bermasalah maag," kata Jenny.

Dia juga mengatakan telah mencapai prestasi terbesar di Industri Sagu, yaitu menciptakan mie, pasta sagu varian instan yang dibuat dengan 100% sagu murni.

Sagolicious Papua juga menjadi produk andalan yang dikemas dengan konsep ramah lingkungan dan dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal, mendukung program pemerintah dalam kedaulatan pangan.

"Harapannya produk mi dan pasta dengan aneka varian berbahan dasar sagu ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas dari Sabang sampai Merauke bahkan sampai ke pasar Internasional, Semangat bangga buatan Indonesia menjadi spirit, bagi dirinya mengembangkan promosi produknya sampai ke pasar Internasional," harap Jenny.

Upaya menghadirkan produk olahan sagu yang kekinian memang menjadi tujuan Jenny demi menargetkan generasi muda, khususnya dari kelompok milenial untuk mencicipi olahan dari bahan pangan asal Papua ini.

Bahkan demi memastikan produknya memang sehat, Jenny mencampurkan sagu ini menjadi warna-warna yg indah seperti spirirulina, kunyit, buah merah papua untuk membuat produknya semakin menarik tapi tambah menyehatkan ketika dikonsumsi.

 

Mendapat Apresiasi dari MURI

Saat ini sudah lebih dari 40 varian dan terus berjalan menuju 50. Warna yang ada di olahan sagu ini alami berasal dari buah naga, kunyit, daun kelor, spirulla, buah merah papua dan rempah lainnya.

"Semua yang saya gunakan di sagolicious ini pakai bahan-bahan alami yang ada di Nusantara. Semuanya pakai bahan campuran seperti ubi ungu, buah biet. Kemudian, sagu sendiri karena enggak pakai gluten jadi tidak pakai pengawet. Sagu sendiri juga tumbuh alami bukan ditanam manusia, sehingga lebih sehat dan organik. Semua yang sehat ada di sini. Saya akan berkreasi terus dan ingin mengangkat sagu ini sederajat dengan makanan pokok lainnya," paparnya.

Varian Sagolicious juga telah diolah menjadi makanan siap saji dalam bentuk mi dan pasta kering. Untuk yang ingin fresh, bisa langsung dinikmati di Sagolicious Cafe & Resto di Jakarta Utara.

"Kami juga sudah mempersiapkan diri agar produk mi pasta varian berbahan dasar sagu Papua ini bisa tembus pasar Asia, Eropa hingga USA," harap Jenny lagi.

Dengan inovasi dan kreativitas Sagolicious ini telah mendapat apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pioneer of Commercial Pasta, Noodles and Chips from Sago Startch.

"Sagolicious itu juga sudah dikonsumsi oleh para atlet. Hasil lab dari Universitas Nagoya dari Jepang juga sudah gluten free dengan serat tinggi. Dicampurkan dengan sayuran dan rempah. Sagunya dari Papua. Sementara tepung sagunya dari Papua Sorong," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6