Sukses

Gunakan Visa Turis dan Amil, Puluhan WNI Coba Naik Haji Namun Digagalkan

Liputan6.com, Jakarta Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memperketat pemeriksaan keimigrasian bagi calon jemaah haji. Pengetatan dilakukan usai digelarnya rapat koordinasi bersama Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama RI pada Senin, 4 Juli 2022.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas penolakan 46 WNI calon jemaah haji oleh otoritas Arab Saudi. Imigrasi Soekarno-Hatta selanjutnya berhasil menggagalkan keberangkatan 14 WNI yang akan melakukan ibadah haji tanpa visa yang sah pada Senin, 4 Juli kemarin.

"Tercatat 6 orang menggunakan pesawat Qatar Airways (QR 957), 7 orang menggunakan pesawat Saudi Arabian Airways (SV 819), dan 1 orang menggunangan pesawat Thai Airways (TG 433)," tutur Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto, Selasa (5/7/2022).

Setelah dilakukan pendalaman, calon jemaah haji ini tidak memiliki visa haji yang sah, namun mengantongi visa Amil dan visa turis. Keempat belas calon jemaah haji tersebut dicegah keberangkatannya setelah Imigrasi memeriksa visa serta boarding pass yang telah tercetak.

Menurut Tito, penyalahgunaan visa dapat teridentifikasi saat menggunakan visa tempel bertuliskan “Turis” maupun “Amil”.

Pengenalan penumpang menjadi sulit ketika penumpang menggunakan visa haji online, mengingat hingga saat ini imigrasi Indonesia tidak memiliki akses untuk memeriksa validitas visa haji online.

"Untuk meminimalisir risiko pemberangkatan haji tanpa visa sah, imigrasi Soekarno-Hatta selanjutnya melakukan pengawasan dengan Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama RI, serta berkoordinasi aktif dengan seluruh maskapai penerbangan di Bandara Soeakrno-Hatta," jelas Tito.

 

2 dari 3 halaman

Cegah Keberangkatan Jemaah Haji

Atas hasil koordinasi tersebut, Tito mengungkapkan, maskapai Qatar Airways telah mencegah keberangkatan calon jemaah haji pada 4 Juli 2022.

"Kami meminta pihak maskapai untuk tidak mencetak boarding pass calon jemaah haji yang ditemukan indikasi penyalahgunaan visa," ungkapnya.

Terdapat 17 calon jemaah haji dengan status cancel atau pembatalan oleh pihak maskapai Qatar Airways. Dengan rincian, penumpang pesawat QR 959, pemberangkatan pukul 09.10 WIB,11 penumpang pesawat QR 957 dengan pemberangkatan pukul 18:25 WIB, dan 1 penumpang QR 955 dengan pemberangkatan pukul 01:10 WIB. 

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau Arafah jelang proses puncak haji 1443 Hijriah atau 2022, hari ini Selasa (5/7/2022).

Dia memastikan kesiapan layanan yang akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia selama di Arafah. Dari pengecekan sejumlah fasilitas di Arafah, Yaqut mengatakan, pelayanan untuk jemaah lebih baik dari pada tahun sebelumnya.

"Saya kira over all lebih baik dari haji sebelumnya, meskipun pasti ada catatan-catatannya. Sekali lagi yang penting jemaah aman, nyaman, khusyuk dalam menjalankan ibadah dan puas," kata Yaqut.

Dia berharap jemaah nyaman saat di Arafah, walapun persiapan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tergolong pendek yaitu dua bulan. Namun demikian, secara umum pelayanan cukup baik dari haji sebelumnya.

"Saya pernah jadi jemaah haji reguler, jauh lebih baik dari zaman saya dulu naik haji. Kayak ikan pindang, numpuk numpuk enggak karu-karuan. Tahun 2004 saya haji pertama reguler. Sekarang jauh lebih bagus, jauh lebih nyaman. Apalagi ini bukan kayak di hotel mau menginap berhari-hari, semalam saja hanya untuk transit. Ya ini lebih baik," ucap Yaqut.

3 dari 3 halaman

Jemaah Haji Lebih Nyaman

Dia mengatakan, AC akan diusahakan lebih dingin agar jemaah merasa nyaman di tengah cuaca yang panas terik. Dia menyebut, masih ada waktu bicara dengan muassasah sekitar dua hari untuk mematangkan layanan kepada jemaah calon haji.

"Saya selalu tekankan agar jemaah nyaman," kata dia.

Yaqut menyebut, dengan adanya kasur di tenda jemaah di Arafah maka jemaah haji 2022 akan lebih nyaman dibanding dengan tahun sebelumnya.

"Kalau dengan hotel ya enak hotel. (Kalau dengan haji sekarang) ya enak sekarang. Di karpet tenda kasur memang nggak nyaman karena nggak rata, apalagi panas, langsung dari bawah kan. Dengan ini lebih nyaman dibanding tanpa kasur," kata dia.

Mengenai layanan toilet, Menag Yaqut melihat itu juga sudah disiapkan lebih banyak, termasuk sejumlah toilet portabel. Hal ini menurut dia penting agar jemaah tidak lama mengantre, baik saat akan mandi, bersuci, maupun buang hajat.

"Saya berharap, toilet portabel juga bisa ditambah untuk jemaah perempuan. Sebab, jumlah jemaahnya lebih banyak dan butuh waktu lebih lama di toilet," ucap Yaqut.