Sukses

Update Rabu 22 Juni 2022: 6.072.918 Positif Covid-19, Sembuh 5.904.825, Meninggal 156.702

Liputan6.com, Jakarta - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Indonesia masih terus melaporkan adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona.

Kasus positif Covid-19 pada hari ini, Rabu (22/6/2022) bertambah 1.985. Total akumulatifnya hingga kini terdapat 6.072.918 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Untuk kasus sembuh ada penambahan 687 orang pada hari ini. Sehingga di Indonesia total akumulatif ada 5.904.825 pasien telah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada hari ini bertambah 2 orang. Sampai kini di Indonesia total akumulatif sebanyak 156.702 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Selasa 21 Juni 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Rabu (22/6/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, subvarian BA.4 dan BA.5 sudah terindentifikasi masuk di Indonesia per awal Juni 2022. Data per 14 Juni 2022, Kementerian Kesehatan RI mencatat ada 20 orang terindentifikasi terpapar dua subvarian dari Omicron itu di Tanah Air.

Pada awalnya ada empat kasus orang terpapar BA.4 dan BA. 5 di Bali. Terdiri dari 3 warga negara asing dan 1 orang dari Jakarta. Lalu, selang beberapa hari, hasil pemeriksaan whole genome sequencing juga menemukan kasus BA.4 dan BA.5 di Jakarta lalu Jawa Barat.

Dari 20 kasus ada tiga anak berusia 5-12 tahun yang termasuk dalam mereka yang terpapar BA.4 dan BA.5 di RI seperti disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohamad Syahril. Meski anak tersebut belum menerima vaksin Covid-19, gejala yang timbul pada mereka relatif ringan.

Lalu, ada juga pasien BA.4 dan BA.5 yang tidak melaporkan gejala alias tidak bergejala. Sebagian besar melaporkan gejala ringan dan hanya satu yang alami gejala sedang.

Berikut beberapa gejala subvarian BA.4 dan BA.5 pasien Covid-19 di Indonesia:

- Sakit tenggorokan

- Badan pegal

- Demam

- Batuk

- Sesak napas

- Lemah

- Mual

- Muntah

- Nyeri abdomen (perut)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Habis-habisan Hadapi Covid-19

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan jika seluruh negara-negara di dunia sedang mengalami situasi yang sulit. Usai menghadapi pandemi Covid-19 kemudian berlanjut dengan kondisi geopolitik perang Rusia Ukraina.

Ini diungkapkan Sri Mulyani saat menghadiri acara Kick Off Kerjasama PKN STAN dan Kementerian Desa PDT di Tangerang, Rabu (22/6/2022).

Indonesia dikatakan kini sedang hidup di dunia yang sedang bergerak dan berubah. Sebagai contoh adanya perang di Ukraina yang memberikan imbas besar bagi dunia.

Ini karena negara yang sedang berperang memegang peranan penting. Mulai dari produsen energi dunia nomor tiga terbesar, produsen gandum, pupuk hingga minyak goreng nonsawit terbesar dunia.

"Hari semua negara di dunia sedang dilanda dengan situasi harga energi naik, harga pupuk naik harga pangan naik, sehingga semua decision maker di dunia ini baru 2 tahun kita menghadapi covid di mana banyak negara sudah habis-habisan menghadapi Covid habis-habisan," ucap dia.

Indonesia sendiri, kata Sri Mulyani sejatinya sedang pulih menghadapi dampak Covid-19. Di mana dampak tersebut mulai dari pendapatan negara yang turun, belanja negara naik, defisit bertambah yang bersumber dari utang. Kemudian juga angka kemiskinan yang naik.

Kemudian ketika Indonesia sedang berjuang pulih harus kembali menghadapi kondisi geopolitik Rusia Ukraina.

"Dan kita sekarang mencoba untuk pulih rakyatnya pulih kesehatannya pulih APBN nya pulih baru dalam tahap pemulihan awal dunia dihadapkan pada geopolitical situation yang luar biasa," lanjut dia.

Meski demikian, dia memastikan jika pemerintah akan menggunakan semua instrumen kebijakan regulasi termasuk APBN untuk melindungi Indonesia dari berbagai guncangan yang disebutnya sangat luar biasa.

"Kementerian keuangan sering menggunakan terminologinya APBN adalah shock absorber, hidup itu selalu penuh dengan syok," dia menandaskan.

3 dari 5 halaman

Kata Satgas Covid-19

Sementara itu, data Satgas Covid-19 menunjukkan terjadi peningkatan kasus meninggal mingguan. Bila pada pekan sebelumnya ada 28 orang yang meninggal, minggu ini tercatat 44 akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

"Di minggu terakhir terjadi peningkatan kematian mingguan dari 28 menjad 44. Meski jumlah ini tidak besar dibandingkan kasus positif namun selalu saya tekankan satu kematian terbilang nyawa," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito.

Wiku mengingatkan bahwa kematian seharusnya ditekan di tengah angka kasus yang meningkat. Maka setiap daerah perlu melakukan evaluasi guna mencegah kematian akibat Covid-19 yang lebih banyak.

"Apabila kematian alami kenaikan harus segera evaluasi dan mitigasi agar tidak terus meningkat," kata Wiku dalam konferensi pers daring pada Selasa, 21 Juni 2022.

Kabar kurang menyenangkan lainnya adalah di tengah peningkatan kasus 105 persen di pekan terakhir, persentase kesembuhan alami penurunan meski meski sedikit, yakni angka kesembuhan di 97,28 persen.

"Angka ini kembali harus didorong untuk terus meningkat beriringan dengan upaya menekan angka kematian," tegas Wiku.

4 dari 5 halaman

Positivity Rate Masih di Level Aman

Jumlah testing Covid-19 pada tiga pekan terakhir juga tercatat meningkat. Pekan ini, jumlah orang yang diperiksa mencapai 340.723, atau mencapai 126,19 persen dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Terjadi juga peningkatkan positivity rate di minggu ini. Dari sebelumnya 0,33 persen di minggu keempat Mei menjadii 2,23 persen di minggu ini.

"Kabar baiknya positivity rate ini masih di bawah lima persen dan masih dapat dikatakan aman," kata Wiku.

"Tentunya angka ini harus tetap kita tekan sehingga tidak mendekati 5 persen dengan terus gencar meningkatkan testing di tengah masyarakat," lanjut Wiku.

Di tengah kenaikan kasus ini WIku mengatakan perlu meningkatkan kesadaran untuk pergi melakukan tes bila merasa ada gejala atau kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Pemda juga harus mendukung upaya testing dengan memastikan bahwa tempat testing ada dan mudah dijangkau masyarakat.

"Testing menjadi indikator yang sangat penting sebab dengan testing yang tinggi meningkatka keakuratan angka positif di msyarakat dan menjarint kasus dan penanganan sesuai gejala," kata Wiku.

5 dari 5 halaman

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.