Sukses

Kapolri: Perbaiki Diri dan Buat Rapor Merah Anggota Polri Jadi Biru

Liputan6.com, Jakarta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dirinya masih menerima sejumlah laporan dari Divisi Propam Polri terkait pelanggaran oknum anggota kepolisian. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

Meski begitu, menurutnya rapor merah pelanggaran anggota harus dijadikan sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap Polri.

"Bahwa apa yang diperlihatkan tadi adalah rapor kita. Jadi ya kalau rapor merah jangan kita sobek raportnya tapi bagaimana kemudian kita perbaiki. Sehingga rapornya menjadi biru," tutur Listyo dalam video konferensi bersama seluruh jajaran Polri, Kamis (25/11/2021).

Menurut Listyo, pelanggaran anggota Polri menjadi potret hidup yang muncul di masyarakat. Tentunya hal tersebut merupakan cermin bagi kepolisian agar terus berbenah dan memperbaiki diri.

"Saya kira hal-hal tersebut akan membuat masyarakat juga memahami kita, Polri berusaha terus lakukan atau laksanakan perubahan internal untuk jadi lebih baik," jelas dia.

Listyo pun meminta jajaran untuk terus melakukan kerja maksimal dalam melayani masyarakat. Jangan sampai hilang semangat lantaran perbuatan segelintir oknum anggota yang mencoreng nama baik kepolisian.

"Terakhir, kita harus selalu optimis bahwa kepercayaan publik akan terus meningkat dengan terus melakukan perbuatan yang baik," Listyo menandaskan.

 

2 dari 2 halaman

Pemetaan Potensi Kerawanan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin video conference yang dilaksanakan bersama seluruh jajaran Polri, dalam rangka kesiapan pengamanan keamanan dan ketertiban masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru, serta pencegahan kenaikan penyebaran Covid-19.

Listyo memerintahkan seluruh jajaran, khususnya Kapolda dan Kapolres untuk dapat melakukan pemetaan potensi kerawanan dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang ada.

Listyo menyebut, beberapa gangguan kamtibmas yang mesti diantisipasi antara lain gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, unjuk rasa, dan aksi terorisme. Selain itu, Polri juga harus bergerak cepat dalam upaya mitigasi bencana alam.

"Laksanakan simulasi penanganan bencana agar pada saat terjadi bencana maka seluruh personel yang bertugas sudah siap dan tahu akan tugasnya. Dirikan posko serta siapkan sarana-prasarana evakuasi dan penanggulangan genangan air bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk mempercepat penanganan banjir, evakuasi warga, distribusi logistik, dan lainnya," jelas dia.