Sukses

Djamari Chaniago: Tak Ada Tenggat Menyerang GAM

Liputan6.com, Jakarta: Pasukan TNI masih mengepung markas kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka di Cot Trieng, Kecamatan Muaradua, Aceh Utara. Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Djamari Chaniago menegaskan, tak ada tenggat menyerang GAM. Namun, Djamari mengaku TNI tak akan menarik pasukan dari lokasi hingga ada hasil yang jelas dari pertemuan pemerintah, GAM, dan Henry Dunant Centre (HDC). &quotTapi sampai sekarang, TNI tidak pernah menyerang GAM,&quot kata Djamari, di Jakarta, Rabu (20/11) pagi.

Menurut dia, saat ini, TNI sedang menanti momentum penandatanganan perdamaian antara pemerintah dan GAM, yang sedianya digelar pada 9 Desember mendatang. Sesudah itu, bakal dibentuk working group yang bertugas mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya pascapenandatanganan. &quotAnggotanya, ya pemerintah Indonesia, HDC, dan GAM,&quot kata Djamari.

Informasi serupa diperoleh SCTV dari Aceh. Selama kesepakatan damai belum ditandatangani, TNI akan terus mengepung Markas GAM. TNI juga akan mengibarkan bendera Merah Putih di empat pos yang terletak di tiga kecamatan di Aceh Utara. Maksud pengibaran bendera Merah Putih adalah sebagai tanda bagi anggota GAM yang ingin menyerahkan diri. Mereka yang ingin menyerahkan diri bisa datang ke Pos TNI setiap hari antara pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.

Semenjak TNI gencar mengejar anggota GAM, suasana Cot Trieng mencekam. Warga tak berani keluar rumah. Bahkan, sebagian besar penduduk memilih mengungsi ke desa tetangga. Kondisi ini membuat Cot Trieng seperti desa mati [baca: Cot Trieng Mencekam].(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)