Sukses

Jokowi: Target Indonesia Bukan Hanya Kelola Krisis, Tapi Hack The Crisis

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan bahwa Indonesia bekerja keras dan seimbang dalam menangani krisis akibat pandemi Covid-19, baik dari sektor kesehatan maupun ekonomi. Namun, dia menegaskan bahwa Indonesia memanfaatkan krisis ini untuk berbenah dan bertransformasi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berbicara di World Economic Forum (WEF) Special Virtual on Indonesia dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, (25/11/2020). Setidaknya, terdapat 43 perusahaan global dari berbagai sektor yang terlibat dalam forum ini.

"Target kami bukan hanya mengelola krisis akibat pandemi. Kami berusaha memanfaatkan momentum kita untuk berbenah, hack the crisis," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

"Krisis ini bukan saja kesempatan untuk menekan tombol reset, tapi juga melakukan lompatan ke depan dengan visi besar, transformasi besar, dan aksi besar," sambungnya.

Di sektor kesehatan, Jokowi mengatakan Indonesia berupaya keras mencegah penyebaran virus corona, meningkatkan kesembuhan pasien dan menekan angka kematian akibat Covid-19. Pemerintah, kata dia, juga tengah mempercepat persiapan vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan secara besar-besaran.

Dia mengklaim bahwa tren kasus aktif Covid-9 di Indonesia sudah mulai membaik, dengan angka sebesar 12,68 persen. Adapun angka ini berada di bawah rata-rata kasus aktif dunia yakni, 27,9 persen.

Sementara, tingkat kesembuhan mencapai 84,09 persen. Jokowi menyampaikan angka ini jauh lebih baik dari rata-rata kesembuhan dunia sebesar 69,61 persen.

"Kami juga sedang bekerja keras untuk menurunkan angka kematian," ucap Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Siapkan Vaksinasi

Terkait persiapan vaksinasi, Jokowi menuturkan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membeli dan memproduksi vaksin Covid-19. Selain kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dunia, Indonesia juga sedang mempercepat produksi vaksin dalam negeri.

"Kami memiliki Bio Farma, produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara yang telah memasok vaksin di banyak negara. Kami terus meningkatkan kapasitas produksi untuk mencapai 250 juta per tahun dalam waktu segera," ungkapnya.

Di bidang perekonomian, Indonesia meminimalisasi risiko sosial dengan melaksanakan berbagai program perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan melalui sejumlah program. Mulai dari, Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai Penerima Sembako, Subsidi Gaji, dan Subsidi Listrik.

Selain itu, juga melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan dukungan bagi UMKM dan dunia usaha melalui Bansos Produktif. Kemudian, Subsidi Bunga Kredit, Bantuan Akses dan Jaminan Kredit Modal Kerja, serta insentif pajak.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: