Sukses

PDIP Nilai Wajar Risma Marahi Demonstran yang Rusak Fasilitas Umum

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) marah-marah kepada demonstran tolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, yang merusak sejumlah fasilitas umum beberapa hari lalu. Sikap ini dinilai wajar oleh PDIP.

"Anarko telah hadir dengan segala kepentingannya untuk merusak tatanan peradaban, merusak fasilitas publik, kedepankan budaya anarkis serta tidak percaya pada pemerintahan yang sah. Apa yang dilakukan oleh Bu Risma adalah sikap tegas melawan anarko," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Minggu (11/10/2020).

Dia justru merasa heran, jika ada kepala daerah tak marah seperti Risma. "Jadi kami heran, ada kepala daerah yang tenang-tenang melihat fasilitas publik milik rakyat dirusak oleh kelompok anarko," ungkap Hasto.

PDIP memandang, dalam demokrasi sekarang, semuanya harus dibangun sebagai mekanisme penyelesaian konflik guna membangun konsensus. Saatnya kini kedepankan energi positif bagi bangsa.

Hasto pun menyindir, ada yang memanfaatkan demo ini sebagai langkah politis dalam menatap Pemilu 2024.

"Pemilu masih tahun 2024. Mereka yang begitu berambisi menghadap kekuasaan Pemerintahan, jangan pakai model provokasi rakyat. Pakai cara gentlement dengan menggalang rakyat, bersaing secara fair, untuk pemilu yang akan datang," jelas Hasto.

"Saat ini, kita berikan kesempatan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk menjalankan tugas bagi bangsa dan negara, dengan sebaik-baiknya. Evaluasi kepemimpinan itu melalui Pemilu, termasuk bagi Parpol pengusungnya," lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Risma Marah

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) marah-marah kepada demonstran tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yang berasal dari Lamongan. Demonstran itu juga telah diamankan oleh polisi.

Wali Kota Risma menghampiri demonstran tersebut di kawasan Jalan Gubenur Suryo. Tepatnya di depan Hotel Grand Inna Simpang, setelah ratusan massa berhasil dipukul mundur oleh polisi.

Risma menanyakan kepada satu demonstran yang tertangkap. "Asalmu dari mana?" kata Risma, Kamis, 8 Oktober 2020 malam.

Lalu demonstran tersebut menjawab, dia berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Mendengar jawaban tersebut, Wali Kota Risma secara spontan langsung marah.

"Aku belain wargaku setengah mati kenapa kamu ke sini. Kamu tega sekali. Aku bangun kota ini setengah mati tahu," kata Risma geram.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: