Sukses

Keterbatasan Alat PCR Hambat Deteksi Covid-19 di Kabupaten Bogor

Liputan6.com, Bogor - Pemeriksaan untuk mendeteksi Covid-19 di Kabupaten Bogor baru mencapai 21.986 spesimen atau masih sangat rendah dari target yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni sebanyak 60.000 orang.

Alasannya, alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang tersedia masih terbatas. Selain itu, minimnya ketersediaan reagen dan bahan habis pakai (BHP) lainnya.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, tes swab PCR Covid-19 minimal dilakukan terhadap satu persen jumlah penduduk. Bagi Kabupaten Bogor yang berpenduduk lebih dari 6 juta, maka satu persennya sebanyak 60.000 orang.

"Kabupaten Bogor baru mampu menguji 200 spesimen per hari. Target pemeriksaan 300 sampai 400 spesimen per hari," terang Ade Yasin, Rabu (7/10/2020).

Belum tercapainya target minimal yang ditetapkan WHO dikarenakan adanya keterbatasan laboratorium. Begitu juga ketersediaan reagen dan bahan habis pakai (BHP) lainnya.

"Masih banyak spesimen yang sampai hari ini belum diperiksa, karena menunggu antrian," kata dia.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hingga akhir September kemarin, kurang lebih 1000 spesimen yang belum dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi material genetik virus corona.

"Sampai saat ini sampel tersebut belum diketahui positif atau negatif Covid-19. Karena itu, saya minta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor, segera diaktifkan," ujar Ade.

2 dari 3 halaman

PCR Bantuan

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki dua alat PCR bantuan dari Pemprov Jabar. Namun, sampai saat ini dua alat tersebut masih belum bisa beroperasi lantaran belum teregistrasi di Kementerian Kesehatan.

Meski begitu, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan kembali alat PCR kepada Pemkab Bogor. Hal itu guna mempercepat hasil pemeriksaan spesimen Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, alasan Pemprov Jabar kembali memberikan bantuan alat PCR kepada Pemkab Bogor yaitu untuk mengatasi persoalan lamanya hasil pemeriksaan laboratorium SARS-CoV-2.

Selain itu, alat PCR ini juga untuk menaikkan rasio pemeriksaan sampel sesuai standar WHO yakni di angka 1 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Bogor.

"Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor kan setara dengan jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Barat. Makanya kami akan lengkapi atau memberikan bantuan kembali alat PCR," ujar Ridwan Kamil saat kunjungannya ke RSUD Cibinong, Bogor.

Ia menambahkan, keterbatasan alat PCR juga sangat memengaruhi proses penelusuran terhadap orang-orang yang sempat kontak erat dengan pasien yang memiliki gejala Covid-19.

"Ini juga yang membuat tracking kita cukup lambat," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: