Sukses

Metro Sepekan: PSBB Bogor Diperpanjang Sebulan hingga Geramnya Gubernur Anies

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 belum berakhir di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, Jawa Barat. Belum lama ini, Pemerintah Kota Bogor kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bogor.

Perpanjangan pemberlakukan PSBB selama satu bulan ke depan terhitung mulai 4 Agustus hingga 3 September 2020 mendatang.

"Situasi ini masih jauh dari kata aman. Jauh dari kata selesai, sebab kasus positif Covid-19 terus bertambah," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa, 4 Agustus 2020.

Tak hanya terkait perpanjangan masa PSBB di Kota Bogor, Pembaca kanal News Liputan6.com juga ingin mengetahui terkait PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) yang mengalami gangguan suplai air pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

PT PALYJA lantas meminta kepada warga DKI Jakarta mengisi bak penampungan dan menghemat penggunaan air.

"Kami umumkan kepada pelanggan, akan terjadi gangguan mulai hari Sabtu, 8 Agustus 2020 pukul 21.00 WIB hingga Minggu, 9 Agustus 2020 pukul 07.00 WIB, PALYJA mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis Lydia Astriningworo, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PALYJA, Jumat, 7 Agustus 2020.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram jajarannya memilih toa sebagai alat untuk memberi peringatan dini banjir di Jakarta. Dia menilai woro-woro menggunakan cara itu tidak efektif.

"Ini bukan early warning system, ini toa. This is not a system, ini toa," ujar Anies dalam video yang diunggah dalam akun resmi Pemprov DKI di Youtube, Jumat, 6 Agustus 2020.

Berikut ulasan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:

2 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkot Bogor Perpanjang Masa PSBB Sebulan

Pemerintah Kota Bogor kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bogor. Perpanjangan pemberlakukan PSBB selama satu bulan ke depan terhitung mulai 4 Agustus hingga 3 September 2020 mendatang.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, perpanjangan PSBB di masa pra AKB dilakukan lantaran sampai saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah.

"Situasi ini masih jauh dari kata aman. Jauh dari kata selesai, sebab kasus positif Covid-19 terus bertambah," kata Bima, Selasa, 4 Agustus 2020.

Bima mengaku khawatir terus terjadi penambahan kasus positif. Untuk itu, ia meminta masyarakat menyadari pentingnya menjaga imunitas dan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya membaca situasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Kasus covid naik akibat kesadaran menurun, disiplin menurun. Ini sangat berbahaya," ucap Bima.

 

Berikut berita selengkapnya.....

3 dari 5 halaman

Besok Pasokan Air Bersih di DKI Terganggu, PT PALYJA Minta Warga Penuhi Bak Kosong

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), meminta kepada warga DKI mengisi bak penampungan dan menghemat penggunaan air. Hal ini guna mengantisipasi gangguan suplai air yang akan terganggu pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

"Kami umumkan kepada pelanggan, akan terjadi gangguan mulai hari Sabtu, 8 Agustus 2020 pukul 21.00 WIB hingga Minggu, 9 Agustus 2020 pukul 07.00 WIB, PALYJA mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis Lydia Astriningworo, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PALYJA, Jumat, 7 Agustus 2020.

Solusi lain yang ditawarkan, lanjut Lydia adalah dengan menyediakan armada mobil tangki untuk mengantisipasi keadaan darurat, seperti di rumah sakit dan tempat ibadah, serta panti sosial.

Lydia menyatakan, penyebab gangguan pasokan air mereka dikarenakan adanya perbaikan kebocoran pipa air baku suplai ke Pejompongan oleh PLN yang terkena dampak Pemasangan SKTT 150 KV unit PLN UIP Jawa Bagian Barat, dan pekerjaan peningkatan daya listrik di Pejompongan I.

 

Berikut berita selengkapnya.....

4 dari 5 halaman

Anies Baswedan Geram soal Toa Banjir Rp 4 M: Ini Toa, This is Not a System

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram jajarannya memilih toa sebagai alat untuk memberi peringatan dini banjir di Jakarta. Dia menilai woro-woro menggunakan cara itu tidak efektif.

"Ini bukan early warning system, ini toa. This is not a system, ini toa," ujar Anies dalam video yang diunggah dalam akun resmi Pemprov DKI di Youtube, Jumat, 6 Agustus 2020.

Pada saat itu, Anies sedang rapat bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas pengendalian banjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu geram lantaran setiap tahunnya, Ibu Kota mengalami banjir, namun sistem yang dijalankan tidak relevan dengan kondisi lapangan. Misalnya saja soal toa seperti yang dicontohkannya.

 

Berikut berita selengkapnya.....

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: