Sukses

Top 3 News: Menteri-Menteri Ini Diprediksi Selamat dari Reshuffle Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini, ancaman reshuffle kabinet yang dikemukakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menggelar sidang kabinet beberapa waktu lalu, hingga ini terus menuai sorotan.

Sejumlah prediksi pun mencuat dari sejumlah tokoh terkait siapa saja yang akan bertahan di Kabinet Indonesia Maju Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, setidaknya memprediksi ada tiga nama dalam kabinet Jokowi yang diyakini akan selamat apabila reshuffle terjadi.

Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Berita terpopuler kedua di News Liputan6.com juga tak kalah menuai sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini telah menangkap Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya Encek Unguria Riarinda Firgasih atas dugaan kasus suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab setempat.

Keduanya kini telah menyandang stastus tersangka dan ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung 3 Juli hingga 22 Juli 2020. 

Selain menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, istri Bupati Ismunandar ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Kutai Timur. Setelah ditetapkan tersangka Encek Unguria diberhentikan dari jabatannya. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Sabtu, 4 Juli 2020:

2 dari 5 halaman

1. Prabowo hingga Erick Thohir Diprediksi Selamat dari Ancaman Reshuffle Jokowi

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Ancaman reshuffle itu keluar langsung dari mulut Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat sidang kabinet paripurna.

Pangi menyebut, setidaknya ada tiga menteri yang diyakini akan selamat dari ancaman reshuffle karena dinilai memiliki kinerja baik. Ketiganya yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Nama-nama itu bisa jadi yang dipercaya Jokowi sebagai menteri dengan kinerja baik," kata Pangi kepada awak media, Sabtu (3/7/2020).

Menurut Pangi, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Sementara, tiga nama tersebut adalah menteri yang berkinerja baik, bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, dan bukan sekadar populer.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Istri Bupati Kutai Timur yang Ditangkap KPK Diberhentikan Dari Jabatan Ketua DPC PPP

Istri Bupati Kutai Timur, Encek Unguria Riarinda Firgasih yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur telah diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Kutai Timur setelah resmi menyandang status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Ketua DPW PPP Kaltim, Rusman Yaqub menjelaskan bahwa berdasarkan AD/ART PPP setiap kader yang tersangkut persoalan hukum dengan status tersangka maka dapat diberhentikan dari jabatan partai.

"Kami sudah mendapatkan petunjuk dari Dewan Pimpinan Pusat bahwa Bu Encik Futgasih telah diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua DPC PPP Kutai Timur dan terkait perlindungan hukum akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat," kata Rusman di Samarinda, Sabtu (4/7/2020).

Dia mengatakan dalam waktu dekat, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan kepengurusan DPC PPP Kutai Timur untuk menentukan pelaksana tugas Ketua DPC PPP, setelah Encek Furgasih menjalani proses hukum dalam perkara yang ditangani oleh KPK.

"Sejauh ini kami belum bisa melakukan komunikasi dengan Bu Encik, tapi kami berharap dia legowo dengan keputusan partai," katanya seperti dikutip dari Antara.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Politikus PDIP Sebut Pemerintahan Jokowi Gagap Hadapi Covid-19

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak siap menghadapi pandemi Covid-19 akibat virus Corona.

"Saya melihat bahwa pandemi ini membuka kotak pandora semua. Nah, ternyata dalam kita mengatasi dan menangani satu situasi yang semua di luar perkiraan kita, seperti pandemi Covid-19 yang jadi persoalan internasional, kita gagap ternyata," ucap Masinton soal kemarahan Jokowi, Sabtu (4/7/2020).

Menurut dia, persoalan pokok kegagapan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 karena belum disiapkannya penanganan dalam situasi darurat. Pemerintah, lanjut dia, belum mampu mengimplementasikan manajemen penanganan dalam situasi darurat.

"Saya lihat bahwa persoalan pokoknya kenapa kita gagap adalah karena kita memang belum memiliki formula yang disebut dengan disaster management itu. Kita hanya mengenal kata disaster management, penanganan dalam situasi darurat, tapi implementasinya gagal kita dalam menerapkan itu," kata Masinton.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: