Sukses

SMRC: Hampir Semua Menteri Jokowi Bingung Hadapi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas mengatakan, hampir semua menteri Kabinet Indonesia Maju kebingungan menangani krisis akibat pandemi Covid-19. Karena saat awal kemunculan Covid-19 di China, kementerian di Indonesia tak melakukan penanganan yang pantas, karena dianggap wabah itu tak akan sampai ke tanah air.

"Tapi nyatanya masuk. Pemimpin-pemimpin di sekitar Pak Jokowi yang direkrut pada kondisi normal, direkrut karena kemampuan memimpin dan rekam jejaknya memimpin organisasi pada kondisi normal, ternyata tergopoh-gopoh pada saat menghadapi krisis ini," kata Abbas dalam acara Inspirato sharing session Liputan6.com, Kamis (2/7/2020).

Menurut dia, pandemi memang menguji cara menteri dalam memimpin jajarannya. Sehingga, dinilai Jokowi, tim yang ada saat ini kurang siap membantunya di situasi pandemi.

"Tim yang ada ini memang kurang siap untuk membantunya, pada saat krisis. Dan terutama saat Indonesia ingin mencoba keluar dari krisis ini," jelas Abbas.

Sehingga, dia melihat pidato Jokowi, menginginkan orang-orang yang mampu bekerja cepat dan bisa memimpin di tengah pandemi seperti sekarang ini.

"Mampu memimpin organisasinya pada saat negara ini dalam keadaan krisis," tukasnya.

2 dari 2 halaman

Murka Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi marah dan mengancam akan mereshuffle kabinetnya. Jokowi kesal lantaran kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju tak menunjukkan progres yang signifikan di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Jokowi meluapkan kemarahannya di hadapan seluruh menteri dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 18 Juni 2020 lalu. Video rekaman sidang itu baru ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu 28 Juni 2020 kemarin.