Sukses

Kemendagri: 102 Daerah Sudah Siap Jalankan New Normal

Liputan6.com, Jakarta - Plt Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI, Safrizal mengatakan, total ada 102 daerah dapat dikategorikan belum terdampak saat ini sedang menuju pelaksanaan yang pendoman masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau New Normal.

"Di mana di beberapa daerah sedang menyiapkan protokol-protokol mengadopsi pedoman-pedoman yang disiapkan oleh pemerintah dari berbagai Kementerian/Lembaga yang kemudian sudah di-approve oleh Kementerian Kesehatan. Di mana, terdapat 102 Kabupaten/Kota yang tidak memiliki atau belum memiliki kasus, yang sudah siap menuju pelaksanaan tataran baru," ucap Safrizal dalam konferensi pers BNPB, Jumat (5/6/2020).

Dia menegaskan, ada 85 Kabupaten/Kota yang memiliki resiko tinggi atau merah.

"Dan 180 Kabupaten/Kota yang beresiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 Kabupaten/Kota beresiko rendah atau kuning," jelas Safrizal.

Karena itu, dia meminta setiap daerah melakukan evaluasi data-data yang update dan selalu meningkatkan kesiapan daerahnya.

"Dan terus menerus memperkuat rencana mitigasi untuk transmisi dan penyebaran virus serta mewaspadai adanya gelombang kedua di tiap-tiap daerah, di mana kadang data naik dan turun. Terus dilakukan penguatan, dilakukan masif testing dengan Agresif tracking, juga melakukan perlindungan dengan kelompok rentan, penyandang disabilitas, orang tua, perempuan, dan anak-anak," ungkap Safrizal.

Menurut dia, sebelum menuju new normal, masih akan melewati fase. "Dimana fase awal, fase transisi satu, fase transisi dua, termasuk kepada nanti masuk kepada fase tatanan baru. Di mana setiap fase memiliki tolak ukur yang akan dicapai oleh setiap pemerintah daerah dalam penerapannya," tutur Safrizal.

 

2 dari 3 halaman

Siapkan yang Dibutuhkan

Oleh karenanya, masih kata dia, Kepada Daerah menyiapkan apa yang dibutuhkan dalam menjalankan masyarakat produktifnya.

"Sekarang terus menerus menyiapkan persiapan-persiapan ke arah tersebut, dengan tetap memerhatikan arahan bersama Mendagri dan Menteri Keuangan, di mana tetap memperkuat belanja di bidang kesehatan agar bisa dicapai good carry, memperkuat jaring pengaman sosial, memperkecil gap antara yang sudah mendapatkan jaminan sosial dan yang belum dan memperkuat dampak ekonomi. Menghidupkan ekonomi masyarakat sehingga dengan ekonomi hidup masyarakat mendapatkan memperoleh pendapatan," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: