Sukses

Romo Magnis: BJ Habibie Membuka Demokrasi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Budayawan Franz Magnis Suseno melayat ke rumah duka Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Romo Magnis mengungkapkan kesan saat bertemu sosok BJ Habibie. Ia bersyukur bisa diajak BJ Habibie untuk membangun hubungan pribadi.

"Saya berpendapat bahwa Indonesia sangat untung bahwa Pak Habibie lah yang sesudah Pak Harto mengundurkan diri menjadi presiden republik Indonesia,” kata Romo Magnis di lokasi.

Menurutnya, pintu Demokrasi di Indonesia dibuka oleh Habibie. Banyak jasa Habibie bagi Indonesia.

“Pak habibie itu yang menempatkan Indonesia dalam situasi yang gawat dan terancam dan berbahaya ke jalur yang tepat, membuka Indonesia bagi demokrasi, juga membuka pintu rumah tahanan tahanan politik, memungkinkan hak asasi manusia mendapat kedudukan kuat,” jelasnya.

Ia juga mengagumi kiprah politik BJ Habibie yang secara gentle mau mundur dari kursi RI 1. Hal ini menyusul sikap MPR yang menolak laporan pertanggungjawabannya.

"Ia memberi contoh bagus bagaimana seseorang menangani kekuasaan, supaya sekarang bertemu dengan istri terkasih Bu Ainun dan berada dalam kedamaian dan kegembiraan Tuhan,” ia menandaskan.

 

2 dari 3 halaman

Wafat Usia 83 Tahun

Diketahui, Presiden ke-3 RI BJ Habibie wafat Rabu (11/9/2019), sekitar pukul 18.05 WIB. Sang putra, Thareq Kemal Habibie menyebut, tim dokter RSPAD sudah berbuat yang terbaik.

"Tim dokter sudah berbuat terbaiknya, tidak bisa dibuat apa-apa lagi, mohon doanya," kata Tahreq dalam konferensi pers di RSPAD, Selasa (11/9/2019).

BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun. Dia merupakan tokoh intelektual yang menjadi Presiden ke-3 RI. Habibie wafat karena gagal jantung.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bandara Kertajati Diusulkan Ganti Nama Jadi BJ Habibie, Ini Syaratnya
Artikel Selanjutnya
Koleksi-Koleksi Kendaraan Mewah Presiden Indonesia