Sukses

TKN: Prabowo-Sandi Jangan Ambigu Sikapi Hasil Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima meminta pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menunjukkan sikap baik yang bisa dicontoh masyarakat.  Menurutnya, Aksi 22 Mei bisa dihindari bila jalur konstitusional ditempuh dengan konsisten.  

"TKN mendorong Pak Prabowo-Sandi konsisten dalam sikap mendukung jalan konstitusional. Jangan bermain dua kaki dan jangan menunjukkan sikap ambigu," ujar Aria di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (23/5/2019).  

Aria menyebutkan, dalam situasi politik saat ini, pemimpin memiliki tugas menjaga persatuan di atas segala kepentingan. Ia menilai, sikap ambigu yang ditunjukkan Prabowo-Sandi sangat tidak membantu keadaan.

Di satu sisi, pihak Prabowo-Sandi dianggapnya telah mendelegitimasi hasil pemilu. Mereka juga dinilai telah mendorong pendukungnya untuk bergerak demo di jalanan dengan narasi kecurangan pemilu.

"Sementara di sisi lain berusaha cuci tangan dengan menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa 21 dan 22 Mei kemarin. Kami juga melihat fakta-fakta yang sudah dibuktikan oleh kepolisian, di situ nampak sikap ambigu yang inkonsisten dengan jalan konstitusi yang ada,” tukasnya.

 

2 dari 2 halaman

Hormati Jalur MK

Meski begitu, Aria menyampaikan bahwa TKN tetap menghargai sikap dan upaya konstitusi Prabowo-Sandi lewat proses gugatan sengketa hasil Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Dari info yang disampaikan, Pak Prabowo dan Pak Sandi akan membawa jalan konstitusi untuk menyelesaikan berbagai hal yang terkait dengan kecurangan, yang saat ini oleh tim kampanye BPN Prabowo-Sandi ditemukan," tutur Aria. 

Selain itu, Aria meminta agar masyarakat tetap tenang di tengah kondisi politik saat ini. Ia pun menilai sikap tegas dari calon presiden Jokowi telah mendinginkan situasi yang ada.

"Sikap tegas Jokowi itu penting untuk tegaknya hukum dan keselamatan bangsa dan negara," ucap Aria.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Mahfud Md Sebut Aksi 22 Mei Tak Bisa Diklaim Bela Islam
Artikel Selanjutnya
JK Apresiasi NU Tak Terlibat Aksi 22 Mei