Sukses

Terungkapnya Kasus Mutilasi Guru Tari di Blitar

Patroli Indosiar, Blitar - Pembunuhan pria yang jasadnya ditemukan dalam koper tanpa kepala menjadi kasus kriminal yang mendapat perhatian khusus. Dua pelaku membunuh korban dalam warung kopi yang sengaja disewa sebelumnya.  

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Senin (15/4/2019), jajaran Subdit Jatanras Polda Jawa Timur akhirnya berhasil menemukan kepala Budi Hartanto yang menjadi korban mutilasi.

BKepala Budi ditemukan tersangkut di aliran Sungai Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada penyisiran yang dilakukan tim kepolisian selama sekitar enam jam.  

Kepala korban yang terbungkus plastik diduga dibuang oleh para pelaku usai melakukan pembunuhan. Untuk kepentingan penyelidikan, korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri untuk diperiksa.  

Polisi kemudian menangkap dua pelaku pembunuhan sadis berinisial AP dan AJ. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, yaitu di Jakarta dan Kediri.  

Para pelaku mengaku membunuh Budi Hartanto yang dikenal sebagai guru tari, di sebuah warung yang disewa salah satu pelaku. Kemudian membuang jenazahnya ke kolong Jembatan Karanggondang, Blitar pada 3 April silam.  

“Pembunuhan dilakukan di luar wilayah Blitar. Kedai disewa oleh pelaku ya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. 

Pembunuhan dilakukan dengan sadis, mengingat dari hasil laboratorium forensik Polda Jawa Timur, ditemukan fakta korban dimutilasi menggunakan lebih dari satu senjata tajam.  

Pola-pola pembunuhan seperti ini menurut pakar kriminal biasa dilakukan pelaku yang diperkirakan sebagai orang terdekat korban untuk menghilangkan jejak identitas korbannya.

"Yang dimutilasi biasanya di bagian-bagian yang mudah dikenali dari korban," kata kriminolog Adrianus Meliala.  

Sementara berdasarkan sejumlah kajian, pelaku mutilasi tidak memiliki ciri-ciri khusus. Bahkan cenderung datang dari kalangan yang tidak pernah memiliki perilaku pelanggaran hukum.  

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku untuk memastikan apa motif keduanya melakukan pembunuhan sadis kepada Budi Hartanto.