Sukses

Semburan Abu Vulkanik Gunung Bromo Kini Mengarah ke Pasuruan dan Malang

Liputan6.com, Probolinggo - Asap bercampur abu vulkanik berwarna kelabu terus membumbung dari Puncak Kawah Gunung Bromo. Dibanding dua hari sebelumnya, ketinggian asap bercampur abu vulkanik sudah lebih tinggi 200 meter.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (26/3/2019), arah angin pun berubah menuju barat, padahal sebelumnya mengarah ke sisi timur puncak gunung.

Perubahan arah angin inilah yang membuat hujan abu vulkanik mengancam wilayah lain, seperti Pasuruan dan Malang.

Sementara itu, warga yang permukimannya sudah tak lagi dihujani abu vulkanik mulai membersihkan rumahnya dari tumpukan abu yang kian menebal. Karena jika tidak segera dibersihkan, mereka khawatir atap rumahnya bisa ambruk seperti yang terjadi saat erupsi Bromo tahun 2010 lalu.

"Kalau tidak dibersihkan ini bisa ambruk kayak tahun 2010. Ketebalannya ini bermacam-macam," kata warga Ririn.

Saat abu vulkanik ke sisi timur Gunung Bromo, ada empat desa di Kabupaten Probolinggo terdampak cukup parah oleh hujan abu. Desa-desa itu di antaranya Wonokerso, Ngadisari, Ngadirejo, dan Jeplak. (Rio Audhitama Sihombing)