Sukses

Top 3 News: Menguak Tabir Tewasnya Deasy Tuwo di Kolam Buaya

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini, jasad seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kolam penangkaran buaya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. 

Polisi menduga, korban terjatuh saat tengah memberi makan buaya di kolam.

Korba bernama Deasy Tuwo (44). Jasadnya pertama kali ditemukan pukul 08.45 Wita oleh ketiga rekannya yang masuk ke areal pembibitan mutiara.

Betapa terkejut mereka saat melihat jasad Deasy mengapung di kolam tempat pemeliharaan seekor buaya.

Sementara itu, pascaerupsi Sabtu malam, 28 Desember 2018, ketinggian Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan. Dari 338 meter hingga menjadi 110 meter.

Namun, belakangan sejumlah fakta mengejutkan kembali terlihat berdasarkan hasil pengamatan pada citra TerraSAR-X, pada 29 Desember 2018. Bagian tubuh Gunung Anak Krakatau yang hancur kembali muncul ke atas permukaan air. 

Kabar lainnya, soal penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh diperairan Karawang, pada 29 Oktober 2018. 

CVR Lion Air ditemukan pada kedalaman 33 meter di bawah permukaan laut,  Senin, 14 Januari, pukul 08.40 WIB. 

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 14 Januari 2019:

2 dari 5 halaman

1. 3 Fakta yang Terkuak Usai Buaya Terkam Deasy Tuwo di Minahasa

Warga Sulawesi Utara (Sulut) digegerkan dengan beredarnya informasi dan foto-foto seorang perempuan yang diterkam buaya. Lokasi kejadian di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Wanita tersebut merupakan karyawan di perusahaan pembibitan mutiara. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Diduga, wanita bernama Deasy Tuwo (44) yang merupakan warga Desa Suluun, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan itu terjatuh saat memberi makan buaya.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Bagian Tubuh Gunung Anak Krakatau Kembali Muncul ke Permukaan

Gunung Anak Krakatau mengalami sejumlah perubahan. Salah satunya ukuran gunung yang menyusut akibat terjadi longsor di dalam laut, dari semula setinggi 338 meter menjadi sekitar 110 meter.

Namun, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) M Priyatna mengatakan, saat ini bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air setelah mengalami kehancuran yang diduga karena longsor.

Priyatna mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan pada citra TerraSAR-X pada 29 Desember 2018, bagian tubuh Gunung Anak Krakatau bagian Barat-Barat Daya telah hancur, diduga mengalami longsor dan masuk ke laut estimasi dengan luasan area yang berkurang sekitar 49 hektare.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. 3 Fakta Penemuan Kotak Hitam CVR Lion Air PK LQP

Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang Desember 2018 lalu akhirnya ditemukan.

Bagian dari kotak hitam pesawat Lion Air PK-LQP itu berhasil ditemukan oleh Tim Penyelam (Kopaska & Dislambair) Koarmada I TNI AL, pada pukul 08.40 WIB.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksda TNI Harjo Susmoro menjelaskan, pencarian CVR Lion Air ini menggunakan peralatan bawah air canggih.

Peralatan tersebut seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP serta peralatan HIPAP untuk mendeteksi sinyal dari black box Lyon JT 610.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Pengalaman Ahok dengan Bus Zhongtong yang Kembali Mengaspal
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Kenapa Soeharto Pilih Tinggal di Cendana Ketimbang Istana?