Liputan6.com, Surabaya: Belum lama berselang, tiga ahli waris pendiri Harian Sore Surabaya Post sekaligus pemilik saham memutuskan menutup koran legendaris di Kota Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah tiga bulan tidak terbit dengan alasan tak mampu membeli kertas koran. Kendati demikian, hingga saat ini, para wartawan tetap bertekad menerbitkan kembali koran tersebut dengan cara patungan dari uang pesangon mereka. Sedangkan selama tidak terbit, para wartawan masih tetap menyampaikan informasi lewat Surabaya Post online (www.surabayapost.co.id).
Selain itu, para wartawan akan meminta ketiga pemilik saham untuk memberikan hak paten nama Surabaya Post kepada wartawan. Kendati bukan anak biologis dari pendiri Surabaya Post--pasangan Abdul Azis dan Tuti Azis--secara sosiologis mereka mengaku anak-anak koran sore terkemuka di Surabaya tersebut.
Selanjutnya, para wartawan menyadari untuk tetap terbit terus mereka membutuhkan dana besar. Namun, mereka optimistis Surabaya Post selain mempunyai nama besar juga mempunyai pembaca fanatik di Surabaya maupun Jatim. Lantaran itulah, mereka akan terbuka terhadap datangnya investor baru sepanjang tak merubah kebijakan Surabaya Post secara subtansial.(ANS/Joko Sulistiyo Budi)
Selain itu, para wartawan akan meminta ketiga pemilik saham untuk memberikan hak paten nama Surabaya Post kepada wartawan. Kendati bukan anak biologis dari pendiri Surabaya Post--pasangan Abdul Azis dan Tuti Azis--secara sosiologis mereka mengaku anak-anak koran sore terkemuka di Surabaya tersebut.
Selanjutnya, para wartawan menyadari untuk tetap terbit terus mereka membutuhkan dana besar. Namun, mereka optimistis Surabaya Post selain mempunyai nama besar juga mempunyai pembaca fanatik di Surabaya maupun Jatim. Lantaran itulah, mereka akan terbuka terhadap datangnya investor baru sepanjang tak merubah kebijakan Surabaya Post secara subtansial.(ANS/Joko Sulistiyo Budi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/376977/original/280702aSbyPost.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)