Sukses

Basarnas: Sinyal Ping Black Box Lion Air Terdeteksi

Liputan6.com, Jakarta Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengatakan tim SAR gabungan mendengar sinyal dari black box Pesawat Lion Air JT 610 dari Kapal Victori. Saat ini, sinyal tersebut tengah dicari oleh para penyelam.

"Tadi pagi kita sudah mendengar suara ping yang satu, walau agak lemah tidak jauh dari kapal Victori ada di bagian buritan 50 meter. Penyelam sedang cari di tempat itu untuk bisa temukan," kata Syaugi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018).

Jika black box kembali ditemukan, maka komponen perekam pesawat sudah lengkap. Selain itu, tim juga masih berupaya mencari korban-korban Lion Air.

"Mudah-mudahan itu sudah bisa temukan, sehingga black box lengkap baik FDR maupun CVR. Baik korban-korban jika masih ada. Saat ini lagi dilihat lagi. Di sana ada satu kantong lagi on the way," ujarnya.

Dalam tugas ini, Syaugi mengklaim menurunkan 100 penyelam lebih dari berbagai stakeholder.

"Tim penyelam ini banyak sekali di atas 100 penyelam. Jadi saya mengatur dan membagi lokasi penyelaman, tidak bisa penyelam ini bebas menyelam," pungkas Syaugi.

 

2 dari 3 halaman

Mampu Baca Black Box

Kepala Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ony Soerjo Wibowo mengungkapkan, lembaganya mampu mengungkap seluruh data yang terekam di dalam black box atau kotak hitam Pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, karena punya fasilitas memadai.

"Kita punya lab sejak 2009, sehingga proses pembacaan dan pembongkaran di Indonesia. Kita punya fasilitas dan kita sudah berhasil mendownload ratusan recorder. Bahkan kita bantu Myanmar, Malaysia dan negara lainnya," ujar Ony di Kantor KNKT Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

"Termasuk fasilitas itu digunakan sama militer saat mengalami kejadian yang membutuhkan download data recorder, dan berhasil dengan baik dan laporannya ada di web," dia melanjutkan.

Namun, dalam kasus kecelakaan Lion Air ini, KNKT butuh bantuan dari National Transportation and Safety Bureau (NTSB) Amerika serikat dan Transportation Safety Investigation Bureau (TSIB) Singapura, untuk membersihkan dan memulihkan bagian dari black box.

"Pesawat ini buatan Amerika jadi mereka yang tahu parameternya. Kalau kita enggak tahu, kita bisa minta penjelasan, mumpung mereka ada di sini. Kalau pun dia udah pulang kita bisa tetap minta bantuan," ujar Ony.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Lion Air Catat Ketepatan Waktu Terbang 80,76 Persen di Juli 2019
Artikel Selanjutnya
Lion Air dan Citilink akan Buka Rute Baru dari Bandara Adi Soemarmo