Sukses

Steffy Burase: Rp 1 M Dana Aceh Marathon, Bukan untuk Pribadi

Liputan6.com, Jakarta - Saksi kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 Fenny Steffy Burase membantah telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar untuk kepentingan pribadi.

"Jadi Rp 1 miliar itu yang saya sayangkan kenapa tidak dibilang untuk apa tetapi berita yang disampaikan itu adalah Rp 1 miliar untuk Steffy Burase. Bukan sekaligus Rp1 miliar ya beberapa tahap mungkin ada 10 sampai 12 tahap itu semua untuk pendanaan event Aceh Marathon," kata Steffy Burase usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu dini hari.

KPK pada Jumat (19/10/2018) memeriksa Steffy sebagai saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf (IY) yang merupakan Gubernur Aceh nonaktif.

"Jadi, saya minta tolong banget, saya tidak pernah menerima sumbangan pribadi ya untuk biayai kehidupan pribadi saya tetapi memang benar-benar untuk keperluan event," ucap Steffy. 

Ia juga membantah telah menggunakan pengaruh dari Irwandi untuk menghubungi para pejabat daerah di Pemprov Aceh dalam kasus suap tersebut.

"Itu totally hoax. Saya jamin 100 persen tidak ada. Kita kalau bicara gosipnya sampai ada yang bilang saya punya proyek Rp1 triliun tetapi yang sebenarnya saya tahu adalah Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata cuma itu yang berkaitan Aceh Marathon. Di luar itu hoax, ungkap Steffy.

Saat dikonfirmasi apakah dirinya pernah pergi ke Turki bersama Irawandi, Steffy hanya menyatakan bahwa kepergiannya ke Turki untuk keperluan syuting.

"Oh iya saya syuting untuk program pesantren di Istanbul," kata Steffy Burase.

2 dari 2 halaman

Periksa Pihak Lain

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap Steffy untuk mendalami hubungan antara saksi dengan tersangka Irwandi.

"Penyidik mendalami dugaan penerimaan uang dan juga hubungan antara Steffy dengan tersangka IY," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung Jakarta, Jumat (19/10).

Selain itu, kata Febri, KPK perlu mengkonfirmasi sejumlah komunikasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam perkara ini terkait dengan hubungan antara Steffy dengan Irwandi.

"Karena ini sangat terkait dengan kepentingan pembuktian, untuk memastikan apakah ada atau tidak dugaan pengaruh-pengaruh terhadap pejabat dan proyek-proyek di Aceh," ungkap Febri.

Steffy merupakan panitia Aceh Marathon International yang seharusnya berlangsung di Sabang pada 29 Juli 2018. Uang suap yang diduga diterima Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dipergunakan untuk kepentingan kegiatan Aceh Marathon 2018.

Steffy juga sudah dicegah bepergian keluar negeri sejak 7 Juli 2018 selama enam bulan. Selain Steffy, tiga orang lain yang dicegah adalah Nizarli, Rizal Aswandi, dan Teuku Fadhilatul Amri.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
KPK Tak Temukan Benda Terkait Proyek Meikarta di Rumah James Riady
Artikel Selanjutnya
KPK Perpanjang Penahanan 2 Tersangka Suap DPRD Sumut