Sukses

Banyak Anak WNI Tanpa Identitas di Malaysia

Liputan6.com, Jakarta - Banyak anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa identitas di Malaysia. Pada umumnya, mereka merupakan anak tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal atau Pendatang Asing Tanpa Identitas (PATI).

"Saya baru menjumpai anak perempuan Indonesia usia 11 bulan bernama Bela. Status-nya tanpa identitas resmi karena orangtuanya WNI Ilegal tinggal di Kongsi Tanjung Malim Ipoh Negeri Perak, Malaysia," ujar Sekretaris DPLN PPP Malaysia, Datuk Muhamad Zainul Arifin, di Kuala Lumpur, Minggu (23/9/2018).

Dia mengatakan, orangtua anak tersebut tidak mempunyai buku nikah dan izin kerja. Sedangkan anak ini lahir di kongsi atau perkampungan sederhana yang dihuni TKI.

"Kedua orangtuanya berasal dari Sumatera dan Sulawesi. Kami sudah berusaha mau membantu dengan cara membawa ke KBRI Kuala Lumpur, tetapi tidak ada solusi dari mereka karena pihak KBRI mau minta identitas tertulis yang meyatakan anak ini WNI," kata Zainul.

Menurut dia, anak seperti ini sangat banyak di Malaysia dan kalau ditelusuri bisa sampai ratusan anak.

"Ini sangat memprihatinkan maka dari itu mohon kiranya ada terobosan hukum yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar anak-anak WNI ini dapat terselamatkan," ucap Zainul seperti dilansir Antara.

 

2 dari 2 halaman

Kartu Berobat Kehamilan

Berdasarkan data yang didapatkan, nama lengkap anak tersebut adalah Isabela. Dia lahir di Kongsi Ipoh Perak pada 8 Juli 2017 dengan status kewarganegaraan tanpa warga negara.

Berkas yang dimiliki hanya kartu berobat kehamilan sebelum Isabela lahir.

Sedangkan data orangtuanya, ibu bernama Mirna Sihombing. Wanita yang tidak memiliki pekerjaan ini lahir di Medan pada 17 Februari 1997 dengan status kewarganegaraan WNI PATI. Alamat Indonesia ada di Silbolga Medan, Sumatera Utara.

Adapun suaminya bernama Onal (30) lahir di Sulawesi Tenggara. Alamat Indonesia di Mona, Sulawesi Tenggara dengan pekerjaan pekerja kontrak bangunan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Video Populer News

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Singapura Berhentikan Sementara Penyalur Tenaga Kerja yang Jual WNI via Situs Online
Artikel Selanjutnya
Imigran Gelap Filipina Terlibat dalam Kasus Penculikan 2 Nelayan WNI di Sabah?